PRESSCORNER.ID – Lalu lintas kapal pengangkut komoditas melalui Selat Hormuz masih berada di level rendah pada akhir pekan.
Data pelacakan kapal menunjukkan jumlah kapal yang melintas turun ke level satu digit per hari, jauh di bawah rata-rata 10 hari terakhir.
Melansir Reuters berdasarkan data awal pelacakan kapal pada Senin (14/9/2026), hanya empat kapal yang tercatat keluar dari kawasan Teluk melalui Selat Hormuz selama akhir pekan.
Sementara itu, sebanyak 10 kapal masuk ke kawasan Teluk melalui jalur strategis tersebut.
Secara keseluruhan, aktivitas tersebut masih berada di bawah rata-rata 14 kapal per hari dalam 10 hari terakhir.
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran energi paling penting di dunia. Gangguan terhadap lalu lintas kapal di kawasan ini berpotensi menghambat distribusi minyak dan komoditas energi dari negara-negara Timur Tengah ke pasar global.
Namun, data tersebut masih bersifat awal dan belum sepenuhnya menggambarkan kondisi sebenarnya.
Data pelacakan kapal tidak memasukkan kapal yang kemungkinan tetap melintasi Selat Hormuz dengan Automatic Identification System (AIS) dimatikan untuk menghindari deteksi.
Dengan demikian, jumlah kapal yang benar-benar melintas bisa lebih tinggi dibandingkan yang tercatat dalam sistem pelacakan.
Penurunan aktivitas pelayaran melalui Selat Hormuz terjadi ketika pasar global masih mencermati risiko gangguan pasokan energi dari kawasan Timur Tengah.
Kondisi tersebut menjadi perhatian pasar minyak karena sebagian besar perdagangan energi global bergantung pada jalur strategis tersebut.











