PRESSCORNER.ID – WASHINGTON. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tidak akan menentang langkah produsen mobil China untuk memproduksi kendaraan di AS, meskipun ada penentangan luas dari para pembuat undang-undang dan perusahaan otomotif AS.
“Jika China ingin masuk dan membuka pabrik untuk memproduksi mobil mereka di sini, saya tidak keberatan,” ujar Trump dalam sebuah wawancara di program Fox News, “The Ingraham Angle”, Jumat (11/9/2026), yang dikutip Reuters.
Trump bilang, Jepang melakukan itu, tetapi mereka mempekerjakan tenaga kerja AS. “Hal yang paling penting adalah mereka mempekerjakan tenaga kerja kita,” katanya.
Trump menambahkan, ia tidak ingin produsen mobil China memproduksi kendaraan di Meksiko lalu mengirimkannya ke Amerika Serikat. “Saya tidak bermaksud menjelek-jelekkan mobil China,” ujar Trump.
Para produsen mobil AS telah mendesak Trump—yang dijadwalkan bertemu dengan Presiden China Xi Jinping di Washington dalam dua minggu ke depan—untuk tidak memberikan izin akses pasar AS kepada produsen mobil China.
Pada hari Rabu, anggota DPR AS Elissa Slotkin, seorang politisi Demokrat dari Michigan, mengatakan ada “desas-desus bahwa Trump berencana mengizinkan penjualan mobil China di AS sebagai bagian dari kesepakatan lebih besar yang sedang ia susun. Itu akan menjadi kesalahan strategis.”
Trump menyebut pernyataan Slotkin sebagai “rumor palsu belaka” dan mengatakan bahwa ia telah mencegah masuknya kendaraan China ke Amerika Serikat.
Sebuah peraturan yang diberlakukan oleh pemerintahan Presiden Joe Biden pada awal tahun 2025 secara efektif melarang seluruh produsen mobil China untuk menjual atau memproduksi kendaraan penumpang di AS. Washington juga mempertahankan tarif lebih dari 100% terhadap kendaraan listrik asal China.
Pekan lalu, sebuah kelompok yang mewakili hampir semua produsen mobil utama mendesak Kongres untuk segera mengesahkan undang-undang yang secara permanen melarang kendaraan asal Tiongkok masuk ke pasar AS.
Alliance for Automotive Innovation—yang mewakili General Motors, Ford, Toyota, Volkswagen, Hyundai, Honda, Stellantis, dan perusahaan lainnya—mendesak agar rancangan undang-undang tersebut disahkan paling lambat akhir Desember.
“Saat ini, produsen mobil Tiongkok membanjiri pasar global dengan kendaraan bersubsidi yang dilengkapi perangkat lunak dan perangkat keras yang saling terhubung (connected),” ujar CEO kelompok tersebut, John Bozzella, dalam sebuah surat yang ditujukan kepada para pimpinan Kongres.











