BeritaInternasional

Bandara Sydney Australia Kacau Jumat (11/9), 6 Penerbangan Qantas Dibatalkan

Avatar photo
10
×

Bandara Sydney Australia Kacau Jumat (11/9), 6 Penerbangan Qantas Dibatalkan

Sebarkan artikel ini
Bandara Sydney Australia Kacau Jumat (11/9), 6 Penerbangan Qantas Dibatalkan


PRESSCORNER.ID – Penerbangan di Bandara Sydney, Australia mengalami pembatalan dan keterlambatan pada Jumat (11/9/2026) akibat kekurangan petugas pengatur lalu lintas udara (air traffic controller).

Melansir Reuters, Airservices Australia, badan federal yang bertanggung jawab mengelola lalu lintas udara Australia mengatakan, pihaknya menerapkan langkah manajemen arus lalu lintas udara atau Air Traffic Flow Management (ATFM) di Bandara Sydney akibat keterbatasan personel dalam jadwal kerja.

Langkah tersebut diterapkan untuk mengelola permintaan penerbangan dengan aman. Airservices Australia kemudian mencabut pembatasan pada pukul 08.15 waktu setempat setelah kondisi membaik. Namun, keterlambatan hingga 10 menit masih diperkirakan terjadi sepanjang Jumat pagi.

“Airservices mengakui langkah ATFM dapat menyebabkan gangguan pada jadwal penerbangan dan bekerja sama dengan maskapai untuk mengurangi keterlambatan serta dampaknya terhadap perjalanan penumpang,” kata juru bicara Airservices Australia melalui email.

Badan tersebut juga mengatakan tengah mengambil sejumlah langkah untuk merekrut lebih banyak pengatur lalu lintas udara dan mempermudah pemanggilan personel tambahan ketika dibutuhkan.

Gangguan tersebut berdampak pada sejumlah penerbangan Qantas. Beberapa penerbangan mengalami keterlambatan lebih dari satu jam, sementara enam penerbangan dibatalkan.

Gangguan penerbangan ini terjadi ketika CEO Airservices Australia Rob Sharp dan sejumlah eksekutif senior dijadwalkan memberikan keterangan di hadapan komite Senat Australia pada Jumat.

Komite tersebut tengah mengkaji kondisi sektor penerbangan Australia, termasuk kemampuan industri dalam menyediakan layanan penerbangan yang andal dan terjangkau bagi wilayah regional.

Masalah kekurangan pengatur lalu lintas udara juga menjadi sorotan setelah sejumlah insiden nyaris bertabrakan terjadi di Bandara Sydney.

Pekan lalu, laporan Reuters yang mengutip catatan internal dan rekaman percakapan menyebut sejumlah pengatur lalu lintas udara yang bertugas ketika dua pesawat Qantas hampir bertabrakan di Bandara Sydney pada Juli telah ditandai menghadapi risiko kelelahan tinggi.

Salah seorang manajer shift bahkan dilaporkan menggambarkan kondisi jumlah personel saat itu sebagai “sedikit gila”.

Insiden tersebut menjadi yang pertama dari enam kejadian nyaris bertabrakan di Bandara Sydney dalam kurun waktu sekitar satu bulan.

Kondisi ini memicu pengawasan lebih ketat terhadap ketersediaan tenaga pengatur lalu lintas udara di tengah kekurangan personel yang juga terjadi secara global.

Australian Transport Safety Bureau saat ini tengah menyelidiki rangkaian insiden tersebut untuk mengetahui apakah terdapat masalah keselamatan atau faktor penyebab yang sama.