BeritaInternasional

Data Nonfarm Payrolls AS Melonjak pada Agustus, Tingkat Pengangguran Stabil

Avatar photo
10
×

Data Nonfarm Payrolls AS Melonjak pada Agustus, Tingkat Pengangguran Stabil

Sebarkan artikel ini
Data Nonfarm Payrolls AS Melonjak pada Agustus, Tingkat Pengangguran Stabil


PRESSCORNER.ID – WASHINGTON. Pertumbuhan lapangan kerja AS meningkat tajam pada bulan Agustus sementara tingkat pengangguran tetap stabil di angka 4,1%. Hal ini mengindikasikan kondisi pasar tenaga kerja yang masih stabil dan menjaga kemungkinan kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve bulan ini tetap terbuka.

Mengutip Reuters, jumlah lapangan kerja non-pertanian (nonfarm payrolls) melonjak sebanyak 162.000 pada bulan lalu setelah angka bulan Juli direvisi naik menjadi penambahan 21.000 (dari laporan sebelumnya), demikian disampaikan oleh Biro Statistik Tenaga Kerja (BLS) di bawah Departemen Tenaga Kerja dalam laporan ketenagakerjaan yang dirilis Jumat (4/9/2026). 

Para ekonom yang disurvei oleh Reuters sebelumnya memperkirakan kenaikan sebesar 56.000, menyusul penurunan 23.000 yang dilaporkan sebelumnya untuk bulan Juli.

Estimasi berkisar dari hilangnya 25.000 lapangan kerja hingga penambahan 121.000 lapangan kerja. Momentum pasar tenaga kerja sempat melambat setelah melonjak pada musim semi; perlambatan ini sebagian disebabkan oleh guncangan harga minyak dan gangguan rantai pasokan akibat konflik yang dipimpin AS dengan Iran. 

Menjelang rilis laporan ketenagakerjaan, pasar keuangan telah menurunkan ekspektasi kenaikan suku bunga setelah Gubernur The Fed Christopher Waller menyatakan dalam acara Reuters NEXT Newsmaker pada hari Kamis bahwa ia cenderung mendukung keputusan untuk mempertahankan suku bunga tetap stabil bulan ini, dengan syarat data mendatang mengonfirmasi bahwa tekanan inflasi mulai mereda. 

Menurut perangkat FedWatch milik CME, pasar keuangan memperkirakan adanya peluang sekitar 52% untuk kenaikan suku bunga pada pertemuan The Fed tanggal 15-16 September, turun dari angka 63,2% pada hari Rabu.

Kekhawatiran mengenai inflasi dan minimnya panduan kebijakan ke depan (forward guidance) dari The Fed telah mendorong kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS (Treasury), sebuah kondisi yang dipandang para ekonom sebagai masalah bagi bank sentral tersebut.

Kenaikan imbal hasil ini memicu lonjakan suku bunga hipotek tetap tenor 30 tahun ke level tertinggi dalam lebih dari setahun, yakni 6,71% pada minggu ini—berdasarkan data yang dirilis oleh lembaga pembiayaan hipotek Freddie Mac pada hari Kamis—yang berpotensi semakin memperburuk kondisi pasar perumahan yang saat ini sedang lesu.