BeritaInternasional

Konflik AS-Iran Memanas, Kapal Komoditas yang Lewati Selat Hormuz Anjlok

Avatar photo
11
×

Konflik AS-Iran Memanas, Kapal Komoditas yang Lewati Selat Hormuz Anjlok

Sebarkan artikel ini
Konflik AS-Iran Memanas, Kapal Komoditas yang Lewati Selat Hormuz Anjlok


PRESSCORNER.ID – SINGAPURA. Aktivitas pelayaran kapal komoditas melalui Selat Hormuz kembali mengalami penurunan di tengah meningkatnya ketegangan konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Data pelayaran awal menunjukkan hanya empat kapal komoditas yang melintasi Selat Hormuz pada Selasa (1/9/2026). Jumlah tersebut turun tajam dibandingkan 10 kapal pada hari sebelumnya dan berada di bawah rata-rata 10 hari terakhir yang mencapai sekitar 13 kapal.

Berdasarkan data awal dari perusahaan pelacakan kapal Kpler pada pukul 02.00 GMT (09:00 WIB), empat kapal yang melintasi Selat Hormuz terdiri dari satu very large crude carrier (VLCC), satu kapal tanker Panamax, satu kapal pengangkut Kamsarmax, dan satu kapal tanker intermediate.

Dari empat kapal tersebut, satu kapal tercatat memasuki Selat Hormuz, sementara tiga lainnya meninggalkan jalur pelayaran strategis tersebut.

Data tersebut masih dapat berubah karena sejumlah kapal biasanya mematikan transponder selama perjalanan. Kondisi ini membuat aktivitas pelayaran aktual berpotensi lebih tinggi dibandingkan data yang terpantau.

Konflik AS-Iran Tekan Aktivitas Selat Hormuz

Penurunan lalu lintas kapal terjadi ketika konflik antara AS dan Iran kembali meningkat. AS menyatakan telah melancarkan serangkaian serangan udara terhadap Iran pada Selasa.

Serangan tersebut kemudian dibalas oleh Iran dan menjadi salah satu eskalasi konflik paling serius antara kedua negara dalam beberapa pekan terakhir.

Korps Garda Revolusi Islam Iran atau Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) dalam sebuah pernyataan menyebut serangan AS akan “memperketat blokade” terhadap Selat Hormuz.

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran minyak paling strategis di dunia. Sebelum konflik berlangsung, jalur tersebut menjadi rute bagi sekitar seperlima konsumsi minyak global.

Potensi gangguan terhadap pelayaran di Selat Hormuz menjadi perhatian pasar energi karena jalur tersebut menghubungkan kawasan produsen minyak utama di Timur Tengah dengan pasar global.

Lalu Lintas Bab el-Mandeb Juga Menurun

Selain Selat Hormuz, aktivitas pelayaran juga tercatat lebih rendah di Selat Bab el-Mandeb, yang merupakan salah satu titik strategis perdagangan dan pelayaran di Timur Tengah.

Sebanyak 18 kapal komoditas tercatat melintasi Selat Bab el-Mandeb pada Selasa. Dari jumlah tersebut, tujuh kapal memasuki jalur tersebut dan 11 kapal tercatat keluar.

Jumlah tersebut juga lebih rendah dibandingkan rata-rata sekitar 24 kapal yang melintasi Bab el-Mandeb dalam 10 hari terakhir.

Kapal-kapal yang melintasi selat tersebut antara lain dua kapal tanker Aframax dan satu kapal tanker Suezmax.

Penurunan aktivitas pelayaran di dua jalur strategis tersebut menunjukkan meningkatnya kewaspadaan pelaku pelayaran terhadap risiko keamanan di kawasan Timur Tengah. Perkembangan konflik AS-Iran selanjutnya akan menjadi faktor penting yang dapat menentukan kelancaran arus perdagangan dan energi global.