PRESSCORNER.ID – Sebuah rumah kecil berwarna hijau di wilayah terpencil Nepal menjadi sorotan setelah tetap berdiri di tengah terjangan banjir bandang yang menghancurkan bangunan di sekitarnya.
Video yang memperlihatkan rumah tersebut bertahan dari aliran air, lumpur, batu, dan material lainnya kemudian viral di media sosial.
Berdasarkan analisis yang dibagikan akun Architecture Presentation melalui platform X, kemampuan rumah tersebut bertahan bukan semata-mata karena keberuntungan. Desain struktur serta pemilihan lokasi disebut menjadi faktor penting.
Rumah tersebut dilaporkan menggunakan rangka beton bertulang yang menghubungkan kolom, balok, dan fondasi menjadi satu kesatuan struktur.
Konstruksi semacam ini membuat beban yang diterima bangunan dapat didistribusikan melalui kerangka struktur. Ketika terkena gaya lateral dari aliran air dan puing-puing, beban tidak sepenuhnya diterima oleh dinding.
Tonton: Destry Damayanti Jadi Gubernur BI 2026-2031, Ini Rekam Jejak dan Visi Kebijakannya
Mengapa Rumah Hijau di Nepal Tidak Roboh?
Sejumlah rumah di kawasan lembah Pegunungan Himalaya diketahui menggunakan pasangan batu tanpa rangka beton bertulang.
Bangunan dengan konstruksi tersebut umumnya lebih dirancang untuk menahan beban vertikal. Kondisi itu membuatnya lebih rentan ketika menerima gaya lateral yang besar, seperti tekanan dari aliran air deras, lumpur, batu, dan material yang terbawa banjir.
Sebaliknya, rumah hijau yang viral tersebut dilaporkan memiliki rangka beton bertulang. Tulangan baja yang menghubungkan kolom, balok, dan fondasi membentuk kerangka struktur yang lebih menyatu.
Saat aliran banjir menerjang, kerangka tersebut membantu menyalurkan dan mendistribusikan gaya yang diterima bangunan ke bagian fondasi dan tanah.
Dengan konstruksi tersebut, dinding tidak menjadi satu-satunya elemen yang menahan tekanan langsung dari aliran air dan material banjir.
Lokasi Rumah Ikut Menentukan
Selain konstruksi, lokasi rumah juga disebut menjadi faktor yang membantu bangunan tersebut bertahan.
Rumah tidak berada tepat di bagian terdalam jalur aliran material atau debris flow. Area tersebut biasanya menjadi jalur material dengan energi dan tekanan lebih besar, termasuk batu berukuran besar yang terbawa arus.
Rumah hijau tersebut dilaporkan berdiri sedikit menjauh dari jalur utama dan berada di lokasi yang relatif lebih tinggi.
Bentuk bangunan yang relatif ringkas juga disebut membantu membelah aliran air dan material ke sisi kiri serta kanan bangunan. Dengan begitu, sebagian tekanan tidak menghantam bagian depan rumah secara langsung.
Penumpukan lumpur di sekitar bangunan setelah gelombang awal banjir juga dilaporkan membentuk semacam tanjakan alami. Kondisi tersebut kemudian membantu mengarahkan aliran susulan menjauh dari rumah.
Video Rumah Hijau di Nepal Viral
Perhatian terhadap rumah tersebut bermula dari sebuah video yang merekam detik-detik banjir bandang menerjang kawasan tersebut.
Dalam video itu terlihat aliran air deras membawa lumpur, batu berukuran besar, serta batang pohon yang terbawa arus. Material tersebut menerjang bangunan di sekitar rumah hijau.
Di tengah situasi tersebut, sebuah keluarga terlihat berkumpul di balkon rumah yang dikelilingi aliran banjir.
Rumah dan keluarga tersebut dilaporkan berhasil bertahan tanpa mengalami kerusakan fatal. Kondisi itu kemudian memicu pertanyaan warganet mengenai alasan bangunan tersebut mampu bertahan, sementara bangunan lain di sekitarnya roboh.
Unggahan yang membahas struktur rumah tersebut kemudian mendapat perhatian luas dan ditonton lebih dari tiga juta kali.
Kolom komentar juga dipenuhi berbagai tanggapan. Sebagian warganet mengaitkan ketahanan bangunan dengan penggunaan beton bertulang dan pengalaman konstruksi di wilayah rawan gempa.
“Orang bijak membangun rumahnya di atas batu, dan rumah di atas batu itu berdiri kokoh. Mengingatkan saya pada lagu lama ini,” tulis salah satu pengguna.
“Mereka telah menggunakan semen dan besi beton di Guatemala selama berdekade-dekade karena gempa bumi,” komentar pengguna lainnya.
Namun, analisis mengenai penyebab rumah tersebut bertahan tetap perlu dipandang sebagai penjelasan berdasarkan informasi dan pengamatan yang beredar. Tanpa pemeriksaan langsung terhadap struktur bangunan, fondasi, kondisi tanah, serta karakteristik aliran banjir, faktor penyebabnya tidak dapat dipastikan hanya dari video.
Meski demikian, fenomena rumah hijau tersebut menunjukkan bahwa dalam menghadapi bencana seperti banjir bandang, kekuatan struktur dan pemilihan lokasi bangunan sama-sama dapat menjadi faktor penting.











