Presscorner.id – Buku sejarah baru Indonesia yang digagas Kementerian Kebudayaan kembali menjadi perhatian publik. Menteri Kebudayaan Fadli Zon menjelaskan bahwa naskah buku telah selesai disusun, namun peluncurannya sempat tertunda karena proses penyelesaian desain, tata letak, hingga pengurusan hak cipta sejumlah foto yang digunakan dalam publikasi.
Proyek ini merupakan pembaruan narasi sejarah nasional yang melibatkan sekitar 123 sejarawan dari 34 perguruan tinggi di Indonesia. Fadli Zon menegaskan bahwa buku tersebut bukan ditulis secara pribadi olehnya, melainkan disusun oleh tim akademisi dari berbagai disiplin ilmu sejarah.
Menurut Kementerian Kebudayaan, buku sejarah terbaru ini akan mengulas perjalanan bangsa Indonesia secara lebih komprehensif, mulai dari peradaban awal Nusantara hingga perkembangan politik, sosial, budaya, dan ekonomi Indonesia sampai tahun 2024.
Mengapa Buku Sejarah Baru Indonesia Menjadi Perbincangan?
Sejak pertama kali diumumkan, proyek penyusunan buku sejarah nasional ini memunculkan beragam tanggapan dari masyarakat maupun kalangan akademisi.
Sebagian pihak menyambut baik upaya memperbarui referensi sejarah nasional agar sesuai dengan perkembangan penelitian terbaru. Namun, tidak sedikit pula yang meminta agar proses penyusunannya dilakukan secara terbuka, transparan, dan tetap mengakomodasi berbagai perspektif sejarah.
Fadli Zon menyatakan bahwa kritik dan masukan dari berbagai pihak merupakan bagian penting dalam proses penyempurnaan buku sebelum diterbitkan secara luas.
Peluncuran Sempat Tertunda
Meski substansi buku telah rampung, proses penerbitannya memerlukan penyelesaian sejumlah aspek teknis.
Beberapa kendala yang disebutkan antara lain:
- Finalisasi desain dan tata letak.
- Penyelesaian hak cipta foto dan ilustrasi.
- Persiapan versi cetak dan digital agar dapat diakses masyarakat lebih luas.
Setelah seluruh tahapan tersebut selesai, pemerintah berencana merilis buku sejarah baru Indonesia sebagai salah satu referensi resmi mengenai perjalanan bangsa.
Mencakup Sejarah Indonesia hingga 2024
Berbeda dengan edisi sebelumnya, buku sejarah terbaru ini disebut akan memuat perkembangan Indonesia hingga tahun 2024.
Materinya disusun dalam beberapa jilid yang membahas berbagai periode sejarah, mulai dari masa prasejarah, kerajaan-kerajaan Nusantara, kolonialisme, perjuangan kemerdekaan, hingga dinamika Indonesia pada era modern.
Pemerintah berharap pembaruan ini dapat menghadirkan referensi sejarah yang lebih lengkap dan mengikuti perkembangan kajian akademik terkini.
Fakta Singkat Buku Sejarah Baru Indonesia
- Diprakarsai Kementerian Kebudayaan RI.
- Disusun sekitar 123 sejarawan dari 34 perguruan tinggi.
- Membahas sejarah Indonesia dari masa awal hingga tahun 2024.
- Peluncuran sempat tertunda karena finalisasi desain dan hak cipta foto.
- Akan tersedia dalam format cetak dan digital setelah proses penerbitan selesai.
Perkembangan buku sejarah baru Indonesia diperkirakan masih akan menjadi perhatian publik, terutama menjelang peluncuran resminya. Selain karena menjadi referensi nasional, pembaruan narasi sejarah juga dinilai memiliki dampak terhadap dunia pendidikan, penelitian, dan pemahaman masyarakat mengenai perjalanan bangsa Indonesia.











