PRESSCORNER.ID – WASHINGTON. Pasukan Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan terhadap dua peluncur rudal Iran di pulau Larak, Iran, pada hari Minggu (30/8/2026), kata seorang pejabat AS. Hal tersebut menandai serangan AS pertama terhadap Iran sejak akhir Juli 2026.
“Saya dapat mengkonfirmasi bahwa hari ini pasukan AS menyerang dua peluncur rudal Iran di Pulau Larak. Pasukan Korps Garda Revolusi Islam terlihat bersiap meluncurkan roket dengan ranjau laut ke Selat Hormuz,” kata pejabat AS tersebut seperti dikutip Reuters, Senin (31/8/2026).
Garda Revolusi Iran mengatakan serangan itu “menewaskan dan melukai beberapa tentara dan warga sipil dan akan dibalas dengan “tanggapan dan hukuman” dari Teheran, lapor media pemerintah Iran.
Kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim, melaporkan bahwa AS melakukan serangan drone di pulau Larak.
Pekan lalu, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa semua ranjau telah diledakkan atau disingkirkan dari perairan internasional Selat Hormuz dan Iran telah diberitahu bahwa setiap kapal atau perahu yang memasang ranjau baru akan dihancurkan.
Serangan AS terakhir yang diketahui terhadap Iran terjadi pada akhir Juli 2026, ketika perang telah mencapai kebuntuan dalam beberapa pekan terakhir dengan Washington mengancam akan menjatuhkan sanksi yang mahal kepada negara-negara yang mendukung Iran.
AS dan Israel menyerang Iran pada 28 Februari dan Iran menanggapi dengan serangan balasan terhadap Israel dan negara-negara Teluk yang menjadi tuan rumah pangkalan AS. Perang Iran kini telah melewati enam bulan.
Serangan AS-Israel terhadap Iran dan serangan Israel terhadap Lebanon telah menewaskan ribuan orang dan menyebabkan jutaan orang mengungsi. Delapan belas anggota militer AS telah tewas dalam konflik tersebut.
Perang tersebut telah menyebabkan blokade Selat Hormuz, yang sebelum konflik merupakan jalur transit sekitar seperlima dari total minyak yang dikonsumsi dunia.











