Presscorner.id — Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mengajak kalangan akademisi dan cendekiawan memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Kota Makassar untuk mengawal arah pembangunan daerah. Menurutnya, sinergi tersebut penting agar setiap kebijakan yang diambil benar-benar berdampak bagi masyarakat.
Hal itu disampaikan Munafri saat menghadiri Dialog Kebangsaan dan Pembangunan Daerah yang dirangkaikan dengan Rapat Kerja Majelis Kajian Pembangunan (MKPD) Center for Information and Development Studies (CIDeS) ICMI Orwil Sulawesi Selatan, di Baruga Anging Mammiri, Rumah Jabatan Wali Kota Makassar, Sabtu (29/8/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua ICMI Orwil Sulsel Prof. Arismunandar, Wakil Ketua Prof. Andi Tamsil, Ketua Dewan Pakar CIDeS ICMI Orwil Sulsel Prof. Abd. Hamid Paddu, Ketua CIDeS ICMI Orwil Sulsel Adi Suryadi Culla, para guru besar, serta peserta dialog.
Dalam sambutannya, Munafri menegaskan pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam menjalankan pembangunan. Menurutnya, dukungan pemikiran dari akademisi dibutuhkan agar setiap program memiliki landasan ilmiah yang kuat sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Pemerintah tentu tidak bisa jalan sendiri. Pemerintah butuh counterpart yang baik untuk memastikan seluruh program-program ini bisa berdampak dan berkualitas kepada masyarakat,” ujarnya.
Munafri menilai CIDeS ICMI memiliki peran strategis sebagai penghubung antara gagasan akademik dengan implementasi kebijakan. Karena itu, ia berharap forum tersebut mampu melahirkan rekomendasi yang dapat diterapkan dalam pembangunan Kota Makassar.
Pendidikan Karakter Jadi Perhatian
Dalam sesi dialog, Munafri menyoroti pentingnya pendidikan sebagai fondasi pembangunan masyarakat. Namun, ia menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya berorientasi pada aspek akademik, melainkan juga harus menitikberatkan pada pembentukan karakter.
Menurutnya, berbagai persoalan sosial, termasuk rendahnya kepatuhan terhadap aturan, berakar dari lemahnya pendidikan adab dan etika sejak usia dini.
“Saya sepakat sekali bahwa pendekatannya ini pendidikan. All about the education,” tegasnya.
Munafri mengungkapkan dirinya telah meminta Universitas Negeri Makassar (UNM) untuk membantu menyusun penguatan kurikulum pendidikan dasar melalui penambahan materi adab, etika, muatan lokal, serta pendidikan agama.
“Masukkan pendidikan adab, etika, konten lokal ke dalam pendidikan kita, tambahkan pelajaran agama. Karena semuanya dimulai dari hal-hal kecil,” katanya.
Akademisi Diminta Ukur Dampak Program
Selain memperkuat pendidikan karakter, Munafri juga meminta para akademisi berperan aktif mengevaluasi efektivitas program-program Pemerintah Kota Makassar.
Ia menegaskan bahwa setiap kebijakan harus memiliki ukuran keberhasilan yang jelas sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara terukur.
“Dibutuhkan profesor-profesor, kolaborasi akademis yang menghasilkan pandangan, pendapat, dan teori yang sistematis,” ujarnya.
Munafri berharap CIDeS ICMI bersama para guru besar menjadi mitra strategis pemerintah dalam merumuskan solusi dan inovasi kebijakan.
“Kota ini tidak mungkin tumbuh sendirian. Kota ini harus tumbuh dengan dikawal,” tegasnya.
Di akhir sambutannya, Munafri menegaskan komitmen Pemerintah Kota Makassar untuk tetap terbuka terhadap kritik dan masukan dari berbagai pihak. Ia berharap kolaborasi dengan CIDeS ICMI Sulsel segera diwujudkan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) sebagai langkah awal kerja sama yang berkelanjutan.
“Pemerintah ini tidak boleh membangun barrier. Pemerintah harus terbuka dan responsif terhadap segala keluhan masyarakat,” pungkasnya.











