PRESSCORNER.ID – MADRID. Jose Mourinho kembali ke Real Madrid dengan pesan tegas. Pelatih asal Portugal itu menekankan bahwa komitmen terhadap tim menjadi hal yang tidak bisa ditawar, sementara persaingan untuk mendapatkan tempat di skuad utama merupakan sesuatu yang tidak terhindarkan.
Melansir Reuters, Mourinho menghadapi konferensi pers pertamanya sebagai pelatih Real Madrid pada Jumat (21/8/2026), tiga hari setelah diperkenalkan secara resmi secara tertutup.
Ia berbicara selama lebih dari 40 menit di kompleks latihan Real Madrid di Valdebebas, menjelang pertandingan pembuka LaLiga melawan Espanyol pada Sabtu (22/8).
Meski Real Madrid memasuki musim baru setelah dua musim berturut-turut tanpa trofi dan tekanan terhadap Presiden Florentino Perez meningkat, Mourinho menolak anggapan bahwa klub sedang berada dalam situasi penuh tekanan.
Menurut dia, suasana di dalam tim lebih mencerminkan antusiasme untuk kembali menjalani pertandingan kompetitif.
“Kami sudah lelah memainkan pertandingan persahabatan. Kami tidak mencintai sepak bola karena pertandingan persahabatan. Kami semua ingin segera kembali bermain dalam pertandingan kompetitif,” kata Mourinho.
“Saya tidak akan mengatakan perasaan di sini adalah tekanan. Ini lebih seperti adrenalin. Itu sesuatu yang positif. Saya tidak merasa tertekan karena saya sangat percaya diri dengan pekerjaan yang telah kami lakukan dan rasa lapar serta komitmen para pemain,” lanjutnya.
Komitmen Pemain Jadi Harga Mati
Mourinho berulang kali menekankan pentingnya tanggung jawab bersama dalam skuad yang dipenuhi pemain bintang.
Ia juga mengingatkan bahwa ambisi individu harus ditempatkan di bawah kepentingan tim.
“Apa yang kami butuhkan adalah tidak menegosiasikan hal-hal yang memang tidak bisa dinegosiasikan. Komitmen adalah sebuah keharusan,” tegas Mourinho.
Menurut Mourinho, kepentingan tim harus berada di atas perasaan pribadi pemain. Ia juga tidak ingin pemain menunjukkan kekecewaan berlebihan ketika tidak masuk starting XI.
“Tim harus didahulukan daripada perasaan pribadi. Besok akan menjadi pertama kalinya para pemain harus menghadapinya. Saya tidak bisa memulai pertandingan dengan 15 pemain,” ujarnya.
“Saya tidak menginginkan keputusan yang mudah, seperti mencadangkan pemain yang frustrasi karena tidak bermain sesuai dengan yang dia pikirkan. Saya ingin mengambil keputusan sulit dan menginginkan pemain yang tidak terjebak dalam frustrasi. Saya ingin pemain yang bekerja lebih keras untuk mendapatkan tempat di tim,” tambahnya.
Tantangan Menyatukan Mbappe, Bellingham dan Vinicius
Mourinho juga berbicara mengenai tantangan menyusun komposisi tim yang melibatkan tiga pemain bintang, yakni Kylian Mbappe, Jude Bellingham, dan Vinicius Jr.
Ia menilai ketiganya tetap dapat dimainkan secara bersamaan, meski membutuhkan keseimbangan taktik.
“Saya tidak berpikir posisi-posisi mereka tidak kompatibel. Saya sangat yakin kami akan menjalani musim yang hebat,” kata Mourinho.
Namun, Mourinho mengakui dirinya tidak dapat membangun tim dengan cara yang sama seperti ketika ketiga pemain tersebut memperkuat tim nasional masing-masing.
“Jelas saya tidak bisa membangun tim di sekitar masing-masing dari mereka seperti Brasil dengan Vini, Prancis dengan Mbappe dan Inggris dengan Bellingham. Lebih sulit bagi saya menemukan tempat untuk ketiganya, tetapi memang itulah situasi kami,” ujarnya.
Mourinho Tutup Perselisihan Tchouameni dan Valverde
Mourinho juga menyinggung perselisihan antara Aurelien Tchouameni dan Federico Valverde yang terjadi pada akhir musim lalu. Ia mengatakan persoalan tersebut kini telah dianggap selesai.
Pelatih berusia 63 tahun itu memilih memulai kembali hubungan dengan kedua pemain dari awal setelah mengamati situasi di ruang ganti.
“Dengan mereka, saya memutuskan untuk memulai dari awal,” ujar Mourinho.
Ia mengatakan terus memperhatikan situasi sejak Tchouameni bergabung dengan Real Madrid dan tidak menemukan alasan untuk melakukan pembicaraan khusus guna mendamaikan keduanya.
“Saya mengamati dari jauh dan yang saya lihat adalah keadaan yang sepenuhnya normal. Yang saya lihat adalah kedamaian, persahabatan, dan kebersamaan, seolah-olah tidak pernah terjadi apa-apa,” kata Mourinho.











