BeritaSulawesi SelatanSulsel

Savana Bromo Terbakar, Luas Kebakaran Capai 520 Hektare: Apa yang Terjadi?

Avatar photo
9
×

Savana Bromo Terbakar, Luas Kebakaran Capai 520 Hektare: Apa yang Terjadi?

Sebarkan artikel ini
Savana Bromo Terbakar, Luas Kebakaran Capai 520 Hektare: Apa yang Terjadi?


Presscorner.id – Kebakaran hutan dan lahan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) terus meluas. Luas area yang terdampak kini diperkirakan mencapai sekitar 520 hektare, setelah sebelumnya dilaporkan sekitar 176 hektare.

Perkembangan tersebut disampaikan Pemerintah Kabupaten Probolinggo setelah Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak meninjau langsung kondisi kebakaran di kawasan Bromo pada Minggu (9/8/2026).

Kebakaran masih dalam penanganan. Sejumlah titik api dilaporkan masih muncul, termasuk di sekitar P30, Kecamatan Sumber, dan kawasan Penanjakan. Tim gabungan terus melakukan pemadaman dari darat dan udara.

Luas Kebakaran Bromo Capai 520 Hektare

Angka 520 hektare menjadi perkembangan penting dalam penanganan kebakaran Bromo.

Luas tersebut jauh meningkat dibandingkan laporan sebelumnya yang berada di kisaran 176 hektare. Namun, angka 520 hektare masih perlu dipandang sebagai perkiraan sementara, karena kebakaran belum sepenuhnya terkendali dan pemantauan kawasan masih berlangsung.

Lonjakan luas area terdampak juga menunjukkan bahwa kebakaran tidak berhenti pada satu titik. Pergerakan api dipengaruhi kondisi lapangan dan angin yang membuat penanganan menjadi lebih sulit.

Savana Bromo Ikut Terbakar

Salah satu bagian kawasan yang terdampak adalah savana Bromo.

Savana merupakan hamparan terbuka yang didominasi rumput dan vegetasi rendah dengan pepohonan yang relatif jarang. Di kawasan Bromo, savana menjadi salah satu lanskap yang dikenal wisatawan.

Ketika vegetasi berada dalam kondisi kering, rumput dan semak dapat menjadi bahan bakar yang membuat api lebih mudah menjalar.

Kebakaran di TNBTS juga tidak hanya mengenai savana. Vegetasi lain seperti cemara gunung, pakis dan semak belukar turut terdampak dalam kejadian ini.

Karena itu, istilah “savana Bromo terbakar” menggambarkan salah satu bagian dari kebakaran yang lebih luas di kawasan TNBTS.

Mengapa Kebakaran Bromo Terus Meluas?

Salah satu tantangan utama dalam penanganan kebakaran adalah angin.

Api dapat bergerak mengikuti arah angin dan menjangkau vegetasi yang berada di sekitarnya. Kondisi medan kawasan Bromo yang berupa perbukitan dan lereng juga membuat sejumlah titik sulit dijangkau petugas.

Perkembangan terbaru bahkan menunjukkan munculnya titik api di sekitar Penanjakan. Petugas kemudian melakukan langkah pencegahan dengan membangun sekat bakar untuk membatasi pergerakan api dan melindungi kawasan yang dianggap penting.

Dengan kondisi tersebut, proses pemadaman membutuhkan koordinasi antara tim darat dan dukungan dari udara.

Tiga Helikopter Dikerahkan untuk Water Bombing

Upaya pemadaman tidak hanya dilakukan dari darat.

Sebanyak tiga helikopter dikerahkan untuk melakukan operasi water bombing, terutama untuk menjangkau titik api yang sulit ditangani secara langsung dari darat.

Pemadaman udara dilakukan bersamaan dengan operasi tim gabungan di lapangan.

Strategi tersebut diperlukan karena karakter kawasan Bromo membuat tidak semua titik kebakaran mudah dijangkau kendaraan pemadam atau petugas.

Mengapa Bromo Ditutup untuk Wisatawan?

Meluasnya kebakaran membuat Balai Besar TNBTS mengambil keputusan untuk menutup seluruh akses wisata Gunung Bromo.

Penutupan mulai berlaku pada Sabtu, 8 Agustus 2026 pukul 22.00 WIB dan berlangsung sampai batas waktu yang akan diumumkan kemudian.

Lima akses yang terdampak adalah:

  • Cemorolawang, Kabupaten Probolinggo
  • Wonokitri, Kabupaten Pasuruan
  • Jemplang, Kabupaten Malang
  • Coban Trisula, Kabupaten Malang
  • Senduro, Kabupaten Lumajang

Penutupan dilakukan untuk memberikan ruang bagi proses penanganan kebakaran sekaligus menjaga keselamatan wisatawan dan petugas.

Apa Dampak Kebakaran terhadap Savana Bromo?

Kebakaran di kawasan konservasi tidak hanya menjadi persoalan wisata.

Vegetasi yang terbakar dapat memengaruhi kondisi ekosistem, termasuk habitat berbagai jenis satwa dan tumbuhan yang berada di dalam kawasan TNBTS.

Namun, luas area terbakar tidak sama dengan luas kerusakan ekologis permanen. Tingkat dampak terhadap ekosistem perlu dinilai lebih lanjut setelah api berhasil dikendalikan dan kondisi kawasan dapat diperiksa secara menyeluruh.

Karena itu, tahap setelah pemadaman nantinya juga menjadi penting untuk mengetahui kemampuan vegetasi melakukan pemulihan secara alami maupun kebutuhan rehabilitasi di area tertentu.

Apa Penyebab Kebakaran Bromo?

Penyebab awal kebakaran masih perlu merujuk pada hasil pemeriksaan pihak berwenang.

Sementara itu, angin kencang menjadi salah satu faktor yang disebut berperan dalam meluasnya kebakaran. Hal ini perlu dibedakan dari penyebab atau sumber awal munculnya api.

Dengan demikian, belum tepat menyimpulkan satu penyebab tertentu sebagai fakta final tanpa keterangan resmi hasil pemeriksaan.

Bromo Masih Ditutup, Api Belum Sepenuhnya Padam

Hingga Minggu (9/8/2026), penanganan kebakaran masih berlangsung dan belum ada pengumuman pembukaan kembali kawasan wisata Gunung Bromo.

Perkembangan luas area yang mencapai sekitar 520 hektare membuat penanganan kebakaran menjadi perhatian serius. Tim gabungan masih berupaya mengendalikan titik api melalui pemadaman darat, water bombing, serta pembangunan sekat bakar.

Bagi wisatawan, status penutupan tetap berlaku sampai ada pengumuman resmi dari Balai Besar TNBTS.

Presscorner.id akan memperbarui informasi ini apabila terdapat perubahan luas area terdampak, perkembangan pemadaman, informasi penyebab kebakaran, atau keputusan terbaru mengenai pembukaan kembali wisata Gunung Bromo.