BeritaInternasional

Kebakaran di Kilang Aramco di Kilang Jazan Berhasil Dipadamkan

Avatar photo
7
×

Kebakaran di Kilang Aramco di Kilang Jazan Berhasil Dipadamkan

Sebarkan artikel ini
Kebakaran di Kilang Aramco di Kilang Jazan Berhasil Dipadamkan


PRESSCORNER.ID – RIYADH. Petugas pemadam kebakaran telah memadamkan api yang berkobar pada Minggu dini hari di sebuah fasilitas kilang Aramco di Jazan, wilayah barat daya Arab Saudi. Kementerian Energi Saudi menyatakan tidak ada korban luka dalam insiden tersebut. 

Mengutip Reuters, Minggu (9/8/2026), Kementerian Energi Saudi di platform X menyatakan, tim keamanan industri Aramco berhasil mengendalikan api dan pihak berwenang terkait sedang menyelesaikan prosedur penanganan insiden. Pihak kementerian tidak menyebutkan penyebab kebakaran.

Jazan terletak di tepi Laut Merah, dekat perbatasan dengan Yaman.

Kilang Jazan mengolah 400.000 barel minyak mentah per hari dan menghasilkan produk olahan termasuk bensin serta solar ultra-ringan rendah sulfur. 

Aramco sempat menutup kilang tersebut pada 27 Juli menyusul serangan oleh milisi Houthi Yaman yang merusak kompleks Integrated Gasification Combined Cycle (IGCC) dan area tangki penyimpanan kilang, menurut catatan dari perusahaan konsultan IIR yang dilihat oleh Reuters.

Saat itu, kelompok Houthi menyatakan telah menyerang fasilitas Aramco di Jazan dan Yanbu. Serangan-serangan tersebut memunculkan kekhawatiran bahwa ancaman terhadap pelayaran di Laut Merah dan infrastruktur minyak Saudi dapat memperluas gangguan global yang dipicu oleh ketegangan antara AS dan Iran, serta serangan Iran terhadap pelayaran di sekitar Selat Hormuz. 

Kepala Aramco, Amin Nasser, pekan lalu mengatakan bahwa serangan baru-baru ini terhadap fasilitas perusahaan memang menyebabkan gangguan produksi, namun ia yakin operasi dapat segera dipulihkan. Ia menyatakan bahwa serangan tersebut tidak berdampak signifikan secara operasional maupun finansial.

Kelompok Houthi mendeklarasikan blokade laut terhadap Arab Saudi di Laut Merah bulan lalu sebagai tanggapan atas apa yang mereka sebut sebagai pengepungan Saudi terhadap Yaman—sebuah tuduhan yang dibantah oleh Riyadh.