BeritaInternasional

Donald Trump Kembali Berupaya Pecat Gubernur The Fed Lisa Cook

Avatar photo
5
×

Donald Trump Kembali Berupaya Pecat Gubernur The Fed Lisa Cook

Sebarkan artikel ini
Donald Trump Kembali Berupaya Pecat Gubernur The Fed Lisa Cook


​PRESSCORNER.ID – WASHINGTON. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali berupaya memberhentikan Gubernur Federal Reserve (The Fed) Lisa Cook.

Langkah ini memperpanjang tekanan Trump terhadap independensi bank sentral AS, meski Mahkamah Agung AS pada Juni lalu telah menggagalkan upaya sebelumnya untuk mencopot Cook.

Mengutip Reuters, Gedung Putih melalui surat yang dikirim kepada Cook pada pekan ini menyatakan Trump sedang “mempertimbangkan” untuk memberhentikannya dari jabatan sebagai gubernur The Fed.

Surat tersebut juga meminta Cook memberikan tanggapan dalam waktu tiga pekan terhadap tuduhan dugaan penipuan hipotek (mortgage fraud) yang belum terbukti. Pengacara Cook menyebut tuduhan tersebut tidak berdasar.

Surat yang ditandatangani Wakil Kepala Staf Gedung Putih Dan Scavino itu menuduh Cook melakukan pelanggaran yang dapat dikenai hukuman hingga 30 tahun penjara.

Surat tersebut juga menyebut tindakan Cook sebagai bentuk kelalaian yang mempertanyakan kelayakannya untuk menjabat sebagai gubernur The Fed.

Pengacara Cook, Abbe D. Lowell menegaskan, tidak ada alasan yang sah untuk memberhentikan kliennya.

“Tidak ada alasan yang sah untuk memberhentikan, Cook dari jabatannya,” ujar Lowell dalam sebuah pernyataan.

“Seperti yang kami lakukan sebelumnya, kami akan menentang dalih terbaru ini dan mempertahankan posisinya serta peran historis The Fed,” lanjutnya.

The Fed dan Gedung Putih tidak memberikan komentar terkait perkembangan tersebut.

Tekanan terhadap The Fed

Trump sebelumnya juga menggunakan tuduhan penipuan hipotek sebagai dasar untuk berupaya memberhentikan Cook pada tahun lalu.

Cook membantah tuduhan tersebut dan menyebutnya sebagai dalih untuk mencopot dirinya karena perbedaan pandangan mengenai kebijakan moneter.

Cook merupakan perempuan kulit hitam pertama yang menjabat sebagai gubernur The Fed.

Mahkamah Agung AS pada Juni menolak memberikan izin kepada Trump untuk memberhentikan Cook.

Keputusan tersebut menjadi kemenangan penting bagi independensi bank sentral AS di tengah tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya dari seorang presiden AS.

Sebelumnya, Trump berulang kali mengancam akan memberhentikan mantan Ketua The Fed Jerome Powell karena menolak memenuhi tuntutan presiden untuk menurunkan suku bunga.

Kevin Warsh, yang dipilih Trump sebagai penerus Powell, mulai memimpin The Fed pada Mei. Sejak saat itu, Trump mengalihkan kritiknya kepada sejumlah anggota Dewan Gubernur The Fed lainnya.

Mayoritas anggota Dewan Gubernur The Fed tersebut ditunjuk oleh pendahulu Trump, Presiden dari Partai Demokrat Joe Biden.

Trump menyatakan tidak akan mengkritik Warsh, meski ketua baru The Fed tersebut belum memberikan pemangkasan suku bunga yang diinginkan Trump.

Perlindungan “For Cause”

Mahkamah Agung AS sebelumnya memutuskan dengan suara 5-4 untuk menghalangi Trump memberhentikan Cook untuk sementara.

Keputusan tersebut memberikan perlindungan khusus terhadap pejabat The Fed dari pemberhentian sepihak oleh presiden.

Sejak The Fed didirikan pada 1913, belum pernah ada presiden AS yang berupaya mencopot seorang gubernur bank sentral.

Ketua Mahkamah Agung AS John Roberts, yang menulis putusan tersebut, mengatakan Trump tidak memberikan perlindungan prosedural yang menjadi hak Cook berdasarkan undang-undang.

“Tanpa perlindungan tersebut, Cook tidak dapat secara layak membantah tuduhan yang diajukan presiden terhadapnya,” tulis Roberts.

Putusan Mahkamah Agung secara tegas melindungi pejabat The Fed dari pemberhentian sepihak oleh presiden.

Namun, pengadilan tidak memutuskan kebenaran faktual dari tuduhan yang menjadi dasar kasus tersebut dan kemudian mengembalikan perkara ke pengadilan yang lebih rendah.

Roberts juga menulis bahwa masih belum jelas apa yang sebenarnya terjadi, termasuk apakah Cook melakukan “kelalaian berat” atau tindakan “menipu dan berpotensi kriminal” seperti yang dituduhkan Trump.

Peter Conti-Brown, profesor di Wharton School, University of Pennsylvania, menilai keputusan Mahkamah Agung yang berfokus pada aspek prosedural justru membuka ruang bagi presiden untuk kembali melakukan intervensi.

“Hal ini setidaknya membuka pertanyaan mengenai apa yang sebenarnya terjadi dan apakah Cook melakukan kelalaian berat, apalagi tindakan menipu dan berpotensi kriminal seperti yang dituduhkan presiden,” tulis Roberts.

Conti-Brown mengatakan, para pengamat The Fed dari berbagai latar belakang politik melihat motif di balik langkah Trump sebagai dalih untuk menargetkan Cook.

“Tidak ada keraguan di antara para pengamat The Fed yang saya kenal, dari berbagai spektrum politik, mengenai motif di balik langkah ini. Ini adalah dalih,” ujar Conti-Brown.

Ia memperkirakan Cook kemungkinan akan kembali memenangkan perkara karena tuduhan tersebut belum terbukti.

Namun, proses hukumnya diperkirakan dapat berlangsung sekitar satu tahun, seperti kasus sebelumnya.

Tuduhan Penipuan Hipotek

Surat Scavino kembali mengangkat tuduhan penipuan hipotek yang sebelumnya disampaikan William Pulte, Direktur Federal Housing Finance Agency (FHFA), pada tahun lalu.

Pulte sebelumnya meminta Departemen Kehakiman AS membuka penyelidikan kriminal terhadap Cook dan sejumlah pihak lainnya terkait dugaan penipuan hipotek.

Hingga kini belum ada indikasi bahwa penyelidikan kriminal tersebut benar-benar berjalan.

Reuters sebelumnya melaporkan bahwa dalam dokumen pengajuan kepada pemberi pinjaman untuk salah satu rumah yang menjadi objek tuduhan, Cook mencantumkan properti tersebut sebagai rumah liburan.

Namun, otoritas pajak setempat di Michigan kemudian menyatakan Cook tidak melanggar aturan terkait keringanan pajak atas sebuah rumah yang dinyatakannya sebagai tempat tinggal utama.

Pada September lalu, Hakim Pengadilan Distrik AS Jia Cobb memutuskan bahwa upaya Trump memberhentikan Cook tanpa pemberitahuan atau kesempatan untuk memberikan tanggapan kemungkinan melanggar haknya atas proses hukum yang semestinya berdasarkan Amandemen Kelima Konstitusi AS.

Cobb juga menilai tuduhan tersebut kemungkinan tidak cukup secara hukum untuk memberhentikan Cook berdasarkan Federal Reserve Act karena tindakan yang dipersoalkan terjadi sebelum Cook menjabat sebagai gubernur The Fed.

Roberts dalam putusannya tidak sepenuhnya menyetujui standar tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa standar untuk memberhentikan seorang gubernur The Fed harus memiliki “ambang batas yang substansial” dan pejabat yang bersangkutan harus diberikan kesempatan untuk menjawab tuduhan yang ditujukan kepadanya.