PRESSCORNER.ID – Investor di pasar saham China bersiap menghadapi pencatatan perdana (initial public offering/IPO) produsen chip memori CXMT Corp pada Senin (27/7/2026).
IPO senilai US$ 8,6 miliar tersebut diperkirakan akan menyedot likuiditas dari pasar saham yang saat ini tengah tertekan oleh aksi jual saham teknologi dan kembali memanasnya konflik di Timur Tengah.
Pelaku pasar khawatir jika debut saham CXMT di Bursa Shanghai memicu aksi jual lebih dalam, pemerintah China akan kembali mengeluarkan langkah-langkah baru untuk menahan pelemahan pasar yang telah menghapus lebih dari US$ 1,5 triliun kapitalisasi pasar sepanjang bulan ini.
“Regulator telah mengambil berbagai langkah untuk menyelamatkan pasar, tetapi sejauh ini belum cukup untuk menenangkan investor yang masih gelisah,” kata Wang Yapei, fund manager di Zijie Private Fund dilansir dari Reuters.
Sepanjang bulan ini, indeks saham unggulan CSI300 dan Shanghai Composite Index sama-sama melemah lebih dari 6%.
Tekanan jual bahkan lebih besar terjadi pada saham-saham teknologi berkapitalisasi kecil. Indeks STAR 200, yang berisi saham perusahaan teknologi di Bursa Shanghai, anjlok hingga 30% sepanjang bulan ini.
Menurut Ge Shuming, fund manager di China Southern Asset Management Co, aksi jual tersebut dipicu oleh kombinasi beberapa faktor, mulai dari memanasnya kembali konflik Iran, deleveraging di pasar saham Korea Selatan, hingga aksi jual besar-besaran oleh sejumlah dana kuantitatif (quant funds) domestik.
IPO CXMT jadi ujian baru pasar
Perdagangan perdana saham CXMT di papan teknologi STAR Market diperkirakan menjadi ujian baru bagi pasar saham China.
CXMT berhasil menghimpun dana sebesar US$ 8,6 miliar melalui IPO pekan lalu, menjadikannya IPO terbesar di Asia sepanjang tahun ini.
Trader senior Bian Huizong menilai, pencatatan saham tersebut berpotensi mengurangi likuiditas pasar dalam jangka pendek dan meningkatkan volatilitas.
“IPO ini akan memengaruhi saham-saham di STAR Market dan sektor teknologi,” ujarnya.
Ia memperkirakan, nilai transaksi saham CXMT pada hari pertama perdagangan dapat mencapai 100 miliar yuan, atau sekitar sepertiga dari total nilai transaksi harian STAR Market.
Debut tersebut juga akan langsung menjadikan CXMT sebagai salah satu perusahaan tercatat terbesar di China.
Bahkan, terdapat indikasi sejumlah manajer investasi telah lebih dulu menyesuaikan portofolionya menjelang IPO, yang turut memberikan tekanan terhadap pasar.
Pemerintah berupaya menenangkan pasar
Pemerintah China telah meluncurkan berbagai kebijakan untuk memulihkan kepercayaan investor terhadap pasar modal yang menjadi salah satu sumber pendanaan penting bagi ambisi Beijing membangun kemandirian teknologi di tengah persaingan dengan Amerika Serikat.
Sejumlah dana investasi milik negara mulai melakukan pembelian saham.
Selain itu, banyak perusahaan tercatat mengumumkan program pembelian kembali saham (buyback), sementara regulator pasar modal China juga menggelar pertemuan dengan investor dan berjanji akan mengerahkan “segala upaya” untuk menjaga stabilitas pasar.
Meski dalam jangka pendek diperkirakan mengurangi likuiditas, sebagian analis menilai IPO CXMT justru dapat membangkitkan kembali minat investor terhadap saham sektor semikonduktor dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Permintaan chip memori buatan CXMT saat ini meningkat pesat seiring berkembangnya industri AI.
Dana hasil IPO juga akan digunakan perusahaan untuk memperluas kapasitas produksi, yang berpotensi memberikan dampak positif bagi perusahaan-perusahaan pemasok di sepanjang rantai pasok semikonduktor.
Analis UBS mengatakan, investasi di sektor AI di China diperkirakan akan terus meningkat dalam jangka panjang, baik dari perusahaan teknologi besar maupun pembangunan infrastruktur pendukung industri tersebut.
“Kami tidak melihat adanya gelembung (bubble) di sektor AI China,” kata analis UBS kepada wartawan pada Jumat (24/7).











