BeritaSulawesi SelatanSulsel

Bupati Maros Kawal Pemulangan Jenazah Warga yang Meninggal di Armenia, Koordinasi dengan DPR RI dan Kementerian P2MI

Avatar photo
6
×

Bupati Maros Kawal Pemulangan Jenazah Warga yang Meninggal di Armenia, Koordinasi dengan DPR RI dan Kementerian P2MI

Sebarkan artikel ini
Bupati Maros Kawal Pemulangan Jenazah Warga yang Meninggal di Armenia, Koordinasi dengan DPR RI dan Kementerian P2MI


Presscorner.id  – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros bergerak cepat menangani kasus meninggalnya Valent Alexy Tamboto, warga Moncongloe Lappara, Kabupaten Maros, yang dilaporkan meninggal dunia di Armenia.

Bupati Maros Chaidir Syam memastikan pemerintah daerah terus mengawal proses investigasi hingga pemulangan jenazah almarhum ke Indonesia melalui koordinasi dengan pemerintah pusat dan perwakilan Indonesia di luar negeri.

“Kami berharap seluruh proses dapat berjalan dengan baik. Harapan kami tentu jenazah almarhum dapat dipulangkan ke Indonesia agar bisa dimakamkan di kampung halamannya bersama keluarga,” ujar Chaidir Syam, Rabu (22/7/2026).

Menurut Chaidir, Pemkab Maros telah berkoordinasi dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) serta Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) yang membawahi wilayah Armenia guna mempercepat proses pemulangan jenazah sekaligus memperoleh informasi resmi terkait perkembangan penyelidikan.

Gandeng DPR RI

Untuk memperkuat koordinasi di tingkat pusat, Chaidir mengaku telah meminta dukungan Anggota DPR RI asal Sulawesi Selatan, Ashabul Kahfi dan Uya Kuya, agar turut mengawal penanganan kasus tersebut melalui komisi yang membidangi urusan pekerja migran.

Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, DPR RI, dan KBRI dapat memperlancar komunikasi lintas negara, terutama terkait proses investigasi serta pemulangan jenazah.

Sejak menerima kabar duka, Bupati Maros juga menginstruksikan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Maros untuk mendatangi rumah keluarga korban guna memberikan pendampingan dan membantu penyelesaian administrasi yang diperlukan.

“Saat ini kasus tersebut masih dalam tahap investigasi. Kami terus menunggu informasi resmi dari KBRI melalui Kementerian P2MI, dan setiap perkembangan akan kami sampaikan kepada keluarga maupun masyarakat,” jelasnya.

Chaidir menegaskan pemerintah daerah akan terus mengawal proses tersebut hingga jenazah berhasil dipulangkan ke Tanah Air.

Sampaikan Belasungkawa

Atas nama Pemerintah Kabupaten Maros, Chaidir turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.

Menurutnya, kepergian Valent Alexy Tamboto tidak hanya menjadi duka bagi keluarga, tetapi juga masyarakat Kabupaten Maros.

“Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Maros turut berduka cita atas meninggalnya saudara kami, anak kami, Valent Alexy Tamboto. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga diberikan kekuatan menghadapi cobaan ini,” ucapnya.

Ia juga mengajak masyarakat mendoakan agar seluruh proses investigasi berjalan lancar dan jenazah segera dapat dipulangkan ke kampung halamannya.

Keluarga Sempat Berkomunikasi

Sementara itu, adik korban, Arnold Tamboto, mengungkapkan dirinya masih sempat berkomunikasi dengan sang kakak melalui aplikasi Telegram pada malam sebelum kabar duka diterimanya.

Menurut Arnold, percakapan berlangsung seperti biasa tanpa ada tanda-tanda yang mencurigakan.

“Setelah tengah malam kami masih sempat saling bertanya kabar. Besok paginya saya kirim pesan lagi, tapi hanya centang satu. Siang, sore, sampai malam saya terus mencoba menghubungi, tetapi tetap tidak ada balasan,” tuturnya.

Awalnya, keluarga mengira korban sedang beristirahat karena bertepatan dengan hari libur bekerja. Namun sekitar pukul 23.30 WITA, Arnold menerima telepon dari pamannya yang mengabarkan bahwa sang kakak telah meninggal dunia.

“Beliau mengatakan, ‘Kamu sudah siap dengar ini? Kakakmu meninggal.’ Saya langsung syok dan tidak bisa berkata apa-apa,” kenangnya.

Tak lama kemudian, Arnold juga menerima panggilan yang disambungkan dengan kekasih korban untuk memastikan kabar tersebut.

Masih Tahap Penyelidikan

Arnold menambahkan, berdasarkan informasi yang diterima keluarga, salah seorang yang diduga terkait dalam kasus tersebut merupakan warga Makassar yang disebut sebagai rekan sekamar sekaligus pihak yang merekrut Valent bekerja di Armenia.

Namun, informasi tersebut masih sebatas keterangan keluarga dan belum memperoleh konfirmasi resmi dari aparat penegak hukum di Armenia.

Hingga kini, otoritas setempat masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab kematian, motif, serta pihak yang bertanggung jawab atas peristiwa tersebut.

Pemkab Maros menegaskan akan terus mengawal perkembangan kasus hingga proses investigasi selesai dan jenazah Valent Alexy Tamboto berhasil dipulangkan ke Indonesia. (*)