BeritaBisnis

Bappenas: SDGs Jadi Strategi Tingkatkan Daya Saing Ekonomi Indonesia

Avatar photo
4
×

Bappenas: SDGs Jadi Strategi Tingkatkan Daya Saing Ekonomi Indonesia

Sebarkan artikel ini
Bappenas: SDGs Jadi Strategi Tingkatkan Daya Saing Ekonomi Indonesia


PRESSCORNER.ID – JAKARTA. Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) menegaskan Sustainable Development Goals (SDGs) menjadi bagian dari strategi pembangunan nasional untuk memperkuat daya saing ekonomi Indonesia.

Untuk itu, pemerintah mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam berbagai kebijakan, mulai dari hilirisasi industri, ketahanan pangan, hingga transisi energi.

Wakil Menteri PPN/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard mengatakan, pembangunan berkelanjutan kini bukan lagi sekadar agenda perlindungan lingkungan.

Menurutnya, keberlanjutan telah menjadi faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih berkualitas dan meningkatkan daya saing Indonesia di tengah dinamika global.

“Keberlanjutan telah berkembang menjadi salah satu sumber utama daya saing jangka panjang. Keberlanjutan bukanlah tentang memperlambat pembangunan. Keberlanjutan adalah tentang peningkatan kualitas pembangunan,” ujar Febrian dalam sesi Policy Making for Sustainability: Indonesia’s Pathway to Inclusive and Competitive Growth pada Lestari Summit 2026 di Jakarta, Rabu (22/7/2026).

Febrian menjelaskan, implementasi SDGs diwujudkan melalui sejumlah kebijakan strategis di berbagai sektor.

Di sektor industri, pemerintah mempercepat program hilirisasi agar Indonesia tidak hanya mengekspor bahan mentah, tetapi juga menghasilkan produk bernilai tambah melalui penguatan ekosistem industri dan penguasaan teknologi.

Di sektor pangan, pemerintah mengembangkan sistem pangan berkelanjutan yang tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga memperkuat ketahanan terhadap perubahan iklim, menjaga kelestarian ekosistem, serta meningkatkan kesejahteraan petani.

Sementara itu, di sektor energi, transisi energi diarahkan untuk memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus membuka peluang investasi dan menciptakan lapangan kerja baru.

Menurut Febrian, pembangunan sumber daya manusia juga menjadi pilar penting dalam pencapaian SDGs.

Pemerintah terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan, pelatihan vokasi, pengembangan talenta digital, serta pemanfaatan teknologi dan data dalam proses perencanaan pembangunan guna meningkatkan daya saing nasional.

Ia menegaskan, tantangan pembangunan saat ini bukan lagi mempertentangkan pertumbuhan ekonomi dengan pelestarian lingkungan.

“Yang menjadi tantangan adalah bagaimana keduanya berjalan beriringan sehingga mampu menciptakan pertumbuhan yang inklusif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” katanya.

Febrian menambahkan, keberhasilan implementasi SDGs tidak dapat dicapai oleh pemerintah semata.

Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, masyarakat sipil, dan lembaga pembiayaan menjadi kunci untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.