BeritaSulawesi SelatanSulsel

Profil Luis de la Fuente: Pelatih yang Ubah Spanyol Jadi Kekuatan Baru Dunia

Avatar photo
6
×

Profil Luis de la Fuente: Pelatih yang Ubah Spanyol Jadi Kekuatan Baru Dunia

Sebarkan artikel ini
Profil Luis de la Fuente: Pelatih yang Ubah Spanyol Jadi Kekuatan Baru Dunia


DALLAS – Di balik laju impresif Spanyol menuju semifinal Piala Dunia 2026, ada sosok pelatih yang perlahan mengubah wajah La Roja menjadi salah satu tim paling komplet di dunia. Dialah Luis de la Fuente, arsitek yang sukses membawa generasi baru Spanyol kembali bersaing di level tertinggi sepak bola internasional.

Menjelang duel melawan Prancis pada semifinal Piala Dunia 2026, nama De la Fuente kembali menjadi sorotan. Di bawah kepemimpinannya, Spanyol tampil disiplin, solid, dan hanya kebobolan satu gol sepanjang turnamen hingga babak semifinal.

Mantan Pemain yang Meniti Karier dari Tim Junior

Luis de la Fuente Castillo lahir di Haro, La Rioja, Spanyol, pada 21 Juni 1961. Semasa menjadi pemain, ia berposisi sebagai bek kiri dan pernah membela sejumlah klub, termasuk Athletic Club, Sevilla, dan Deportivo Alavés.

Setelah pensiun, De la Fuente tidak langsung menangani tim senior. Ia menghabiskan bertahun-tahun membangun reputasi sebagai pelatih kelompok umur Spanyol, mulai dari tim U-19, U-21 hingga U-23. Kesabarannya membina pemain muda menjadi fondasi kesuksesannya saat dipercaya menangani tim nasional senior.

Mengantar Spanyol Juara Euro dan Nations League

Karier De la Fuente melesat setelah ditunjuk sebagai pelatih tim nasional senior Spanyol pada akhir 2022.

Dalam waktu singkat, ia berhasil membawa La Roja meraih UEFA Nations League 2023, kemudian mengantarkan Spanyol menjadi juara UEFA Euro 2024. Prestasi tersebut mengembalikan Spanyol sebagai salah satu kekuatan utama sepak bola Eropa setelah sempat mengalami masa transisi pasca generasi emas 2008–2012.

Filosofi “Keluarga” Jadi Kekuatan Utama

Salah satu ciri khas kepemimpinan De la Fuente adalah membangun suasana kekeluargaan di dalam tim.

Dalam wawancara dengan Reuters menjelang Piala Dunia 2026, ia mengungkapkan bahwa kata “family” menjadi fondasi utama yang dibangun sejak awal menangani tim nasional.

Menurut De la Fuente, seluruh pemain, staf pelatih, hingga tim pendukung harus merasa menjadi bagian dari satu keluarga agar tercipta rasa saling percaya dan solidaritas di dalam skuad.

Ia juga menegaskan kepada FIFA bahwa keberhasilan Spanyol tidak hanya ditentukan oleh kualitas teknik pemain, tetapi juga oleh kerja sama, kedisiplinan, dan nilai-nilai kemanusiaan yang kuat di dalam tim.

Berani Mengambil Keputusan Besar

De la Fuente dikenal sebagai pelatih yang tidak ragu mengambil keputusan sulit demi kepentingan tim.

Pada Piala Dunia 2026, ia beberapa kali melakukan rotasi pemain, termasuk mencadangkan Pedri pada laga perempat final melawan Belgia. Keputusan tersebut sempat mengundang perdebatan, tetapi Spanyol tetap menang 2-1 dan melaju ke semifinal.

Usai pertandingan, De la Fuente menegaskan bahwa kekuatan terbesar Spanyol adalah kedalaman skuad. Ia memuji profesionalisme seluruh pemain yang siap memberikan kontribusi, baik sebagai starter maupun pemain pengganti.

Membangun Generasi Baru La Roja

Di tangan De la Fuente, Spanyol tidak lagi hanya mengandalkan penguasaan bola seperti era sebelumnya.

Ia memadukan filosofi permainan khas Spanyol dengan transisi yang lebih cepat, pressing agresif, serta memberi ruang besar bagi talenta muda seperti Lamine Yamal, Nico Williams, Pedri, dan pemain-pemain lain yang menjadi tulang punggung generasi baru La Roja.

Kini, dengan Spanyol berada di semifinal Piala Dunia 2026, Luis de la Fuente berpeluang menambah daftar prestasinya. Jika mampu menyingkirkan Prancis, ia akan membawa La Roja kembali ke final Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak menjadi juara pada 2010.

Keberhasilan itu akan semakin mengukuhkan namanya sebagai salah satu pelatih paling sukses dalam sejarah sepak bola Spanyol.