PRESSCORNER.ID – WASHINGTON. Dana Moneter Internasional (IMF) menyambut baik rencana bank sentral Amerika Serikat (The Fed) untuk mengevaluasi strategi komunikasi kebijakan moneternya, termasuk penggunaan forward guidance atau panduan mengenai arah kebijakan suku bunga ke depan.
Juru Bicara IMF Julie Kozack mengatakan lembaganya siap berdiskusi dengan The Fed setelah hasil evaluasi tersebut rampung.
Menurutnya, peninjauan strategi komunikasi merupakan langkah yang wajar seiring berubahnya kondisi kebijakan moneter global.
Sebelumnya, pejabat senior IMF menilai forward guidance terbukti menjadi instrumen yang efektif bagi bank sentral, terutama ketika suku bunga berada di level mendekati nol.
Namun, dengan suku bunga yang kini sudah meningkat, pendekatan tersebut dinilai perlu ditinjau kembali agar tetap relevan dengan kondisi ekonomi saat ini.
The Fed diketahui telah membentuk satuan tugas (task force) untuk mengkaji cara bank sentral menyampaikan arah kebijakan moneternya kepada pelaku pasar dan publik.
Evaluasi tersebut mencakup efektivitas komunikasi serta kemungkinan penyesuaian strategi forward guidance di masa mendatang.
“Kami sangat menantikan untuk berdiskusi dengan The Fed mengenai temuan dari task force tersebut dan pandangan mereka tentang bagaimana strategi komunikasi dapat disesuaikan,” ujar Julie Kozack dalam konferensi pers rutin IMF, Kamis (9/7).
Langkah evaluasi ini menjadi perhatian pelaku pasar karena cara The Fed mengomunikasikan kebijakan moneternya memiliki pengaruh besar terhadap ekspektasi investor, pergerakan pasar keuangan, serta arah perekonomian global.











