PRESSCORNER.ID – JAKARTA. Tim nasional Australia mencatat kemenangan mengejutkan dengan menundukkan Turki 2-0 pada laga yang berlangsung di BC Place, Vancouver, Sabtu (14/6). Kemenangan tersebut diraih berkat pertahanan yang solid serta efektivitas dalam memanfaatkan peluang.
Pelatih Australia, Tony Popovic, memuji semangat juang dan organisasi permainan anak asuhnya yang mampu meredam dominasi lawan sepanjang pertandingan.
Sebelum laga dimulai, perhatian banyak tertuju pada bintang muda Turki, Arda Guler. Namun, justru lini serang muda Australia yang menjadi pembeda dalam pertandingan tersebut.
Popovic menerapkan strategi bertahan rapat sambil mengandalkan serangan balik cepat. Mohamed Toure, yang kembali bermain setelah pulih dari sakit, dipercaya memimpin lini depan bersama Nestory Irankunda.
Kecepatan dan permainan langsung yang diperagakan keduanya menjadi ancaman konstan bagi pertahanan Turki. Meski menguasai jalannya pertandingan dan lebih banyak memegang bola, Turki kesulitan menciptakan peluang matang.
Strategi Australia membuahkan hasil pada menit ke-27 ketika Irankunda memadukan kecepatan dan kontrol bola sebelum melepaskan penyelesaian akhir yang tenang untuk mencetak gol internasional keenamnya. Gol tersebut semakin menegaskan status pemain berusia 20 tahun itu sebagai salah satu talenta paling menjanjikan milik Australia.
“Saya bangga berada di sini sebagai pelatih kepala, merasakan momen ini, dan bisa menghadirkan senyum bagi para suporter yang telah menempuh perjalanan jauh untuk mendukung kami. Saya turut bahagia untuk sekelompok pemain muda yang luar biasa ini,” ujar Popovic.
Ia menambahkan, “Melihat para pemain muda bekerja sama hingga menghasilkan gol adalah sesuatu yang sangat berarti. Dampaknya terhadap rasa percaya diri dan keyakinan mereka tidak bisa diremehkan.”
Sebelum pertandingan, kapten Turki Hakan Calhanoglu menyatakan optimistis timnya memiliki kualitas lebih baik dan akan mampu mengendalikan permainan dalam penampilan mereka di Piala Dunia setelah penantian selama 24 tahun.
Namun, meski mendominasi penguasaan bola dan mencatat lebih banyak tembakan tepat sasaran, Turki gagal mengubah keunggulan statistik tersebut menjadi gol.
Sebaliknya, Australia tampil disiplin sepanjang laga dengan menjaga kerapatan lini pertahanan, menutup ruang gerak lawan, serta membatasi efektivitas serangan Turki di area sepertiga akhir lapangan.
Arda Guler memang cukup sering menguasai bola, tetapi berulang kali kesulitan menembus rapatnya pertahanan Australia. Setiap kali mencoba mengatur permainan di area berbahaya, ia langsung dikepung para pemain berbaju emas.
Di bawah mistar, Patrick Beach membuktikan keputusan pelatih yang memilihnya menggantikan Mathew Ryan sebagai pilihan utama. Ia melakukan sejumlah penyelamatan penting untuk menjaga keunggulan Australia di tengah tekanan bertubi-tubi dari Turki.
Selanjutnya, Australia akan menghadapi tuan rumah Amerika Serikat di Seattle setelah tim tuan rumah membuka kampanye mereka dengan kemenangan meyakinkan 4-1 atas Paraguay pada Jumat lalu.
Menatap laga tersebut, Popovic mengatakan, “Ini akan menjadi pertandingan yang istimewa. Berada di Piala Dunia saja sudah merupakan pengalaman luar biasa, dan menghadapi negara tuan rumah membuatnya menjadi lebih spesial. Kami akan memulihkan kondisi dengan baik, melakukan persiapan maksimal, serta memberikan respek kepada tim Amerika Serikat yang sangat kuat.”











