PRESSCORNER.ID – WELLINGTON. Sinyal kenaikan suku bunga Selandia Baru ke depan semakin menguat, usai bank sentral negara ini mempertahankan suku bunga. Ini terlihat dari hasil rapat petinggi Reserve Bank of New Zealand (RBNZ), Rabu (27/5/2026).
Reuters melaporkan, RBNZ mempertahankan suku bunga acuan tetap di 2,25%. Tapi hasil pemungutan suara terpecah. Ini menunjukkan petinggi bank sentral juga menilai suku bunga perlu dinaikkan lebih cepat dan lebih besar untuk mengatasi guncangan energi yang melanda ekonomi global
Menurut pernyataan RBNZ, tiga anggota memilih menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin. Sementara tiga lainnya memilih mempertahankan suku bunga tetap.
Gubernur RBNZ Anna Breman yang memberikan suara penentu terakhir memilih mempertahankan suku bunga. Ini dilaporkan sebagai suara penentu pertama sejak komite kebijakan moneter dibentuk pada 2019 silam.
“Secara keseluruhan, suku bunga acuan kemungkinan besar perlu dinaikkan lebih cepat dan lebih besar dari yang diperkirakan dalam Pernyataan Kebijakan Moneter Februari,” kata pejabat RBNZ dalam pernyataan resmi, seperti dikutip Reuters, Rabu (27/5/2026).
RBNZ menaikkan suku bunga terminalnya menjadi 3,28% selama periode perkiraan tiga tahun, dari proyeksi 3,0% yang dibuat sebelumnya, menunjukkan kenaikan sebesar 100 basis poin. Konsensus pelaku pasar kini memprediksi RBNZ berpeluang menaikkan suku bunga setidaknya dua kali lagi hingga akhir tahun.
Kepala Ekonom ASB Bank Nick Tuffley menilai, kebijakan tersebut adalah tindakan penyeimbangan bagi RBNZ. Ia menganalisa, mempertahankan suku bunga terlalu rendah terlalu lama berisiko memicu inflasi dan memaksa kenaikan yang lebih tajam di kemudian hari.
Meskipun saat ini pendapat para petinggi RBNZ masih terpecah, Tuffley memperkirakan suara akan condong ke arah kenaikan suku bunga pada pertemuan kebijakan berikutnya di Juli.
Capital Economics juga memperkirakan RBNZ akan menaikkan suku bunga lebih cepat dari perkiraan. Abhijit Surya, Ekonom Senior Asia Capital Economics, mengatakan, bank sentral cenderung menaikkan suku bunga lebih cepat.
RBNZ telah memangkas suku bunga sebesar 325 basis poin sejak Agustus 2024, setelah memperketat kebijakan moneter di masa pandemi dan pasca pandemi. Perhitungan itu sekarang bergeser, dengan inflasi berjalan di angka 3,1% selama dua kuartal berturut-turut, berada di atas kisaran target bank sentral sebesar 1% hingga 3%.
Ada tanda-tanda bahwa ekspektasi inflasi jangka pendek akan makin tinggi karena gangguan pasokan minyak global yang disebabkan oleh perang terus berlanjut. RBNZ sekarang memperkirakan inflasi akan naik menjadi 4,3% pada kuartal yang berakhir di September.
RBNZ juga memperkirakan angka pengangguran, yang berada di dekat level tertinggi dalam satu dekade di 5,3%, akan mencapai puncaknya di 5,4% dan bertahan di level ini hingga Juni 2027. Pertumbuhan ekonomi diperkirakan akan tetap lemah tanpa pertumbuhan pada kuartal kedua dan hanya ekspansi kecil sebesar 0,2% secara kuartalan pada kuartal ketiga.











