BeritaInternasional

Trump Klaim Kesepakatan Perdamaian Iran Hampir Final, Selat Hormuz Akan Dibuka

Avatar photo
9
×

Trump Klaim Kesepakatan Perdamaian Iran Hampir Final, Selat Hormuz Akan Dibuka

Sebarkan artikel ini
Trump Klaim Kesepakatan Perdamaian Iran Hampir Final, Selat Hormuz Akan Dibuka


PRESSCORNER.ID – JAKARTA. Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan bahwa dirinya telah melakukan pembicaraan diplomatik bersama sejumlah pemimpin negara Timur Tengah, Asia, dan Eropa terkait rancangan kesepakatan perdamaian dengan Iran serta isu keamanan kawasan.

Dikutip dari media sosialnya Truth, Trump menyebut percakapan tersebut berlangsung dengan sejumlah tokoh penting, termasuk Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman, Presiden Uni Emirat Arab Mohammed bin Zayed Al Nahyan, Emir Qatar Tamim bin Hamad Al Thani, Perdana Menteri Qatar Mohammed bin Abdulrahman Al Thani, serta Menteri Ali al-Thawadi dari Qatar.

Selain itu, turut terlibat dalam komunikasi tersebut adalah pejabat militer Pakistan Asim Munir, Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan, Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi, Raja Yordania Abdullah II, dan Raja Bahrain Hamad bin Isa Al Khalifa.

Kesepakatan Perdamaian Iran Hampir Tercapai

Trump menyatakan bahwa pembicaraan tersebut berfokus pada sebuah nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) terkait perdamaian di kawasan, khususnya yang melibatkan Iran. Ia mengklaim bahwa sebuah kesepakatan telah “hampir sepenuhnya dinegosiasikan” dan hanya tinggal difinalisasi antara Amerika Serikat, Iran, serta negara-negara lain yang terlibat.

Dalam pernyataannya, Trump juga menyebut bahwa dirinya telah melakukan panggilan terpisah dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, yang menurutnya berjalan dengan baik.

Selat Hormuz Akan Dibuka

Salah satu poin paling penting dari pernyataan tersebut adalah klaim bahwa Selat Hormuz akan dibuka sebagai bagian dari kesepakatan. Jalur ini merupakan salah satu rute perdagangan minyak paling strategis di dunia yang selama ini menjadi titik sensitif dalam ketegangan geopolitik Timur Tengah.

Jika terealisasi, pembukaan Selat Hormuz diperkirakan akan berdampak signifikan terhadap stabilitas pasokan energi global dan harga minyak internasional.