BeritaBisnis

Rupiah Sempat Tembus Rp 17.600, Purbaya: Fundamental Ekonomi Indonesia Masih Kuat

Avatar photo
10
×

Rupiah Sempat Tembus Rp 17.600, Purbaya: Fundamental Ekonomi Indonesia Masih Kuat

Sebarkan artikel ini
Rupiah Sempat Tembus Rp 17.600, Purbaya: Fundamental Ekonomi Indonesia Masih Kuat


PRESSCORNER.ID – JAKARTA. Nilai tukar rupiah yang sempat menyentuh level Rp 17.600 per dolar Amerika Serikat (AS) memicu kekhawatiran di pasar keuangan. 

Namun pemerintah memastikan kondisi tersebut masih terkendali dan tidak mencerminkan pelemahan struktural seperti krisis 1998.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meminta masyarakat dan pelaku pasar tetap tenang. Ia menegaskan fundamental ekonomi Indonesia saat ini masih solid, sehingga tekanan pada rupiah dinilai bersifat sementara.

“Enggak perlu panik karena fondasi ekonomi bagus. Kita tahu betul kelemahannya di mana dan bisa kita betulin. Kita enggak akan sejelek seperti 98 lagi,” ujar Purbaya kemarin.

Menurut Purbaya, stabilisasi nilai tukar merupakan mandat utama bank sentral, yakni Bank Indonesia. Meski demikian, Kementerian Keuangan tetap mengambil peran pendukung untuk menjaga stabilitas sistem keuangan, terutama di pasar obligasi negara.

Fokus pemerintah saat ini adalah menjaga stabilitas pasar Surat Berharga Negara (SBN) atau bond market agar arus modal asing tidak keluar secara berlebihan. 

Tekanan global yang membuat investor cenderung menghindari aset berisiko dinilai perlu direspons dengan penguatan kepercayaan pasar domestik.

Purbaya menjelaskan, stabilnya pasar obligasi menjadi kunci untuk menahan capital outflow. Ketika harga obligasi stabil, investor tidak terburu-buru menjual aset karena risiko kerugian menurun. 

Sebaliknya, jika pasar menguat, potensi capital gain justru bisa menarik kembali aliran modal asing.

Pemerintah menilai koordinasi kebijakan fiskal dan moneter menjadi penting di tengah gejolak global, agar stabilitas rupiah dan pasar keuangan tetap terjaga tanpa memicu kepanikan di dalam negeri.