BeritaInternasional

Klaim Trump Hasil Lawatan ke China: 750 Pesawat Boing Diborong, Ekonomi AS Melejit!

Avatar photo
8
×

Klaim Trump Hasil Lawatan ke China: 750 Pesawat Boing Diborong, Ekonomi AS Melejit!

Sebarkan artikel ini
Klaim Trump Hasil Lawatan ke China: 750 Pesawat Boing Diborong, Ekonomi AS Melejit!


PRESSCORNER.ID – JAKARTA – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkap sejumlah hasil krusial dari lawatan diplomatiknya ke China. 

Berbicara di dalam pesawat kepresidenan dalam perjalanan pulang, Trump menegaskan bahwa Washington berhasil mengamankan komitmen ekonomi skala jumbo, serta mempertegas posisi geopolitik AS di wilayah Selat Hormuz, Taiwan, hingga pengawasan teknologi kecerdasan buatan alias Artificial Intelligence (AI).

Di sektor korporasi, Trump menyatakan bahwa China sepakat untuk merealisasikan pembelian awal lebih sebanyak 200 unit pesawat dari Boeing, dengan komitmen jangka panjang yang diproyeksikan melonjak hingga 750 unit pesawat jika fase pertama berjalan mulus.

Kesepakatan raksasa ini secara otomatis mengguyur sentimen positif ke sektor manufaktur penerbangan domestik Amerika Serikat, termasuk General Electric (GE) yang ditunjuk menyuplai sekitar 400 hingga 450 unit mesin pesawat untuk armada awal tersebut.

Geopolitik

Sementara pada isu konflik di Timur Tengah, Donald Trump mengklaim strategi militernya telah mencetak kemenangan total atas Teheran, pasca operasi pemboman intensif menggunakan armada siluman B2 milik Angkatan Udara AS. 

Selain itu, blokade maritim yang diterapkan militer AS di Selat Hormuz dilaporkan berhasil memotong jalur logistik dan perdagangan energi Iran secara radikal.

Berdasarkan hitungan logis, Trump menyebut Iran kehilangan potensi bisnis senilai kurang lebih US$ 500 juta per hari. 

Dengan blokade efektif yang berjalan selama sekitar 2,5 minggu terakhir, akumulasi kerugian ekonomi yang diderita Iran ditaksir melesat hingga kisaran US$ 8,75 miliar.

Tonton: Negara Teluk Bongkar Jaringan Iran, Agen IRGC Ditangkap di Kuwait hingga Bahrain!

“Kami mengontrol penuh jalur selat tersebut dan mereka praktis tidak bisa melakukan bisnis sama sekali. Angkatan Laut, Angkatan Udara, radar, hingga sistem antipesawat mereka telah dilumpuhkan,” klaim Trump secara agresif.

Kendati jurnalis sempat mempertanyakan laporan intelijen global dan pemberitaan media barat seperti The New York Times yang mensinyalir kemampuan peluncur rudal Iran masih akurat, Trump tegas membantah isu tersebut sebagai berita palsu. 

Trump bersikeras bahwa kapasitas manufaktur rudal Iran telah ambruk 80% hingga 85%, sementara infrastruktur peluncur rudal mereka sudah 80% hancur.

Terkait kelanjutan negosiasi nuklir, Trump menegaskan kesepakatan baru dengan Iran harus berupa denuklirisasi total berjangka waktu minimal 20 tahun yang mencakup penarikan seluruh bahan bakar nuklir dan penghentian produksi. 

Menariknya, pihak Iran dia klaim mengakui secara langsung bahwa mereka tidak memiliki teknologi dan traktor khusus untuk membersihkan debu sisa nuklir atau nuclear dust akibat serangan bom B2, sehingga pembersihan tersebut hanya bisa dieksekusi menggunakan peralatan milik AS atau China. 

Trump menyatakan AS bersedia melakukan operasi pembersihan tersebut pada momentum yang tepat jika Iran mau menyerah total.

Tensi Taiwan, Pasokan Chip Nvidia H200, dan Regulasi AI

Trump juga menceritakan, dalam tatap muka langsung dengan Presiden China Xi Jinping, isu kedaulatan Taiwan turut menjadi menu utama. 

Trump menyampaikan bahwa Presiden Xi menyatakan penolakan keras terhadap segala bentuk pergerakan kemerdekaan Taiwan demi menghindari konfrontasi bersenjata berskala masif. 

Trump sendiri memilih untuk tidak memberikan komitmen tegas dan mengikat terkait apakah militer AS akan diterjunkan langsung membela Taiwan jika perang pecah, atau China menginvasi Taiwan. 

Mengenai rencana persetujuan penjualan senjata (arm sale) ke Taiwan, Trump menyatakan bakal mengambil keputusan final dalam waktu dekat setelah berbicara dengan pemimpin Taiwan saat ini.

Di panggung teknologi tinggi, kehadiran CEO Nvidia Jensen Huang dalam delegasi Presiden Trump mempertegas tingginya ketergantungan pasokan semikonduktor canggih AS terhadap China. 

Trump mengonfirmasi adanya pembicaraan mengenai pasokan chip canggih seperti Nvidia H200 yang sangat dibutuhkan pasar China untuk pengembangan infrastruktur lokal. 

Di samping itu, kedua negara yang memimpin perlombaan teknologi dunia ini sepakat menjajaki kerja sama pembangunan standarisasi batasan atau guardrails, untuk memitigasi risiko keamanan biologi, nuklir, hingga siber yang dipicu oleh lompatan teknologi AI.

Menutup keterangannya, Trump optimistis terhadap hubungannya dengan Beijing yang diklaim kembali solid pasca-strain era pandemi Wuhan. 

Agenda komunikasi bilateral dijadwalkan semakin padat sepanjang tahun ini, mencakup rencana pertemuan bilateral di White House pada bulan September, KTT G20 di Miami, serta undangan kunjungan balasan ke China pada November mendatang. 

Di sisi lain, terkait sanksi terhadap perusahaan minyak China yang membeli minyak Iran serta potensi pembebasan tahanan politik seperti pendeta AS dan aktivis Jimmy Lai, Trump menegaskan keputusan strategis akan digulirkan dalam beberapa hari ke depan.

Tonton: 5 Berita Terpanas Pertalite Langka Hingga Xi Jinping Hukum Mati 2 Mantan Menteri Pertahanan