BeritaInternasional

Harga BBM Melonjak, Warga AS Beralih Mobil Hybrid

Avatar photo
4
×

Harga BBM Melonjak, Warga AS Beralih Mobil Hybrid

Sebarkan artikel ini
Harga BBM Melonjak, Warga AS Beralih Mobil Hybrid


PRESSCORNER.ID – JAKARTA. Lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) di Amerika Serikat akibat konflik Iran mendorong konsumen beralih ke kendaraan hybrid sebagai solusi penghematan bahan bakar.

Tren ini tercermin dari data penjualan industri otomotif terbaru yang menunjukkan peningkatan signifikan pada permintaan mobil hybrid dibanding kendaraan listrik murni atau electric vehicle (EV).

Berdasarkan data firma riset Motor Intelligence, penjualan kendaraan hybrid di Amerika Serikat melonjak 37% dalam dua bulan sejak konflik Timur Tengah pecah pada akhir Februari 2026. Angka tersebut melampaui pertumbuhan pasar otomotif secara keseluruhan yang tercatat naik 15% pada periode yang sama.

Sebaliknya, kendaraan listrik penuh belum mampu menarik minat konsumen dalam skala serupa, meskipun harga bensin di AS sempat menembus level US$ 4 per galon atau tertinggi dalam empat tahun terakhir pada akhir April 2026, menurut data American Automobile Association (AAA).

Penjualan kendaraan listrik di AS hanya meningkat 11% sejak perang dimulai, lebih rendah dibanding pertumbuhan pasar otomotif secara umum. Selain itu, penjualan EV masih berada jauh di bawah level tahun lalu setelah berakhirnya insentif kredit pajak federal sebesar US$ 7.500 pada musim gugur tahun lalu.

Minat EV di AS Tertinggal dari Eropa

Tren di Amerika Serikat berbeda dengan Eropa yang justru mencatat lonjakan penjualan kendaraan listrik di tengah kenaikan harga energi.

Di Inggris, penjualan EV melonjak 79% dalam dua bulan setelah konflik Iran dimulai, lebih tinggi dibanding pertumbuhan pasar otomotif secara keseluruhan. Sementara di Jerman, penjualan mobil listrik penuh meningkat 39% dalam periode yang sama.

Analis menilai perbedaan ini dipengaruhi oleh lebih banyaknya pilihan EV murah di Eropa serta regulasi emisi kendaraan yang lebih ketat dibandingkan Amerika Serikat.

Hybrid Dinilai Lebih Praktis dan Terjangkau

Pelaku industri dan analis menyebut kendaraan hybrid kini menjadi pilihan utama konsumen AS yang ingin memiliki kendaraan ramah lingkungan tanpa harus sepenuhnya bergantung pada teknologi kendaraan listrik.

Mobil hybrid menggunakan kombinasi mesin bensin dan motor listrik berbasis baterai lithium-ion untuk meningkatkan efisiensi bahan bakar. Selain lebih hemat, harga hybrid umumnya lebih murah dibanding EV dan tersedia dalam lebih banyak model.

Konsumen juga tidak perlu mengubah kebiasaan sehari-hari, seperti mengisi daya kendaraan setiap malam sebagaimana kendaraan listrik penuh.

“Masyarakat sebenarnya sudah tertarik pada kendaraan hybrid sebelum harga BBM mulai naik,” ujar Kevin Roberts, Director of Economic and Market Intelligence di CarGurus.

“Kenaikan harga BBM hanya semakin meningkatkan minat tersebut,” lanjutnya.

Data pencarian digital menunjukkan ketertarikan konsumen terhadap kendaraan hybrid dan EV terus meningkat. Pada April 2026, sebanyak 14% pencarian kendaraan di platform CarGurus mengarah ke mobil hybrid, naik dari 12% pada bulan sebelumnya. Sementara pencarian EV meningkat dari 3,4% menjadi 5%.

Dealer mobil di wilayah St. Louis, Brad Sowers, mengatakan konsumen kini sangat memperhatikan pengeluaran harian akibat kenaikan biaya hidup dan harga energi.

“Konsumen benar-benar memperhitungkan setiap pengeluaran,” katanya.

Di dealer Kia miliknya, penjualan hybrid menyumbang 35% dari total penjualan pada April 2026, naik dibanding sekitar 30% pada Maret.

Toyota Diuntungkan Tren Hybrid

Toyota Motor menjadi salah satu produsen yang diuntungkan dari meningkatnya popularitas kendaraan hybrid. Toyota merupakan pelopor teknologi hybrid sejak meluncurkan model Prius pada akhir 1990-an.

Dalam beberapa tahun terakhir, Toyota juga mulai menjadikan teknologi hybrid sebagai standar pada dua model andalannya, yakni SUV RAV4 dan sedan Camry.

Sejak konflik Timur Tengah dimulai, penjualan kendaraan elektrifikasi Toyota di AS meningkat 34%, yang sebagian besar berasal dari pertumbuhan penjualan hybrid. Sementara total penjualan Toyota di pasar AS naik 23% pada periode tersebut.

Mobil Pikap Tetap Laris Meski BBM Mahal

Meski harga BBM melonjak, permintaan terhadap kendaraan berbahan bakar bensin konvensional, terutama pikap besar, masih tetap kuat di AS.

Data Catalyst IQ menunjukkan pembelian truk pikap besar pada Maret dan April naik 20% dibanding Februari 2026 sebelum perang pecah.

Dealer mobil Todd Szott, yang menjual merek Toyota, Ford Motor, dan Stellantis di Michigan, mengatakan konsumen tetap sensitif terhadap harga BBM, namun keputusan pembelian lebih banyak dipengaruhi program diskon dari produsen mobil.

“Kami masih menjual banyak truk pikap,” ujarnya.