PRESSCORNER.ID – WASHINGTON D.C. — Insiden penembakan mengguncang acara makan malam presiden Donald Trump bertajuk White House Correspondents’ Dinner di Washington Hilton Hotel pada Sabtu malam, 25 April 2026.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump bersama sejumlah pejabat tinggi mendadak dievakuasi oleh pasukan pengaman presiden alias secret service, setelah terjadi tembakan di luar area ballroom, tempat berlangsungnya acara.
Mengutip laporan CBS News, pelaku penembakan diketahui berniat menargetkan pejabat pemerintahan Trump, sebelum akhirnya berhasil dilumpuhkan aparat keamanan.
Acara makan malam tersebut menjadi sorotan karena merupakan kali pertama dilakukan oleh Presiden Donald Trump. Trump menghadiri acara ini sebagai presiden Amerika Serikat.
Dalam pernyataannya, Trump menyebut acara itu sebagai “event dedicated to freedom of speech” yang mempertemukan politisi lintas partai dan media massa.
Sejumlah pejabat tinggi hadir, termasuk Wakil Presiden JD Vance, Menteri Pertahanan Pete Hegseth, dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio, di tengah situasi geopolitik yang memanas akibat konflik dengan Iran.
Tembakan pecah, kepanikan tak terhindarkan. Sekitar pukul 20:30 waktu setempat, suasana mendadak berubah mencekam. Anggota Kongres Mike Lawler mengaku awalnya tidak menyadari sumber suara tersebut.
“Kami tidak tahu apa sebenarnya itu. Dan kemudian terdengar berbagai macam suara berderak,” ujarnya.
Pasukan pengawal Presiden AS yang dikenal dengan Secret Service segera berteriak “shots fired”, membuat para tamu yang hadir spontan panik dan berlindung di bawah meja.
Profil Pelaku dan Motif Serangan
Pelaku diidentifikasi bernama Cole Tomas Allen (31), seorang warga Torrance, California. Ia merupakan lulusan teknik mesin dari Caltech dan baru saja meraih gelar master ilmu komputer pada 2025.
Mengutip CBS News, setelah ditangkap, Allen mengaku ingin menembak pejabat pemerintahan Trump. Hanya saja, tidak ada pernyataan spesifik apakah pejabat yang ia maksud adalah Presiden AS.
Ia ditangkap dengan barang bukti membawa shotgun, pistol, dan sejumlah pisau. Allen diketahui juga menginap di hotel yang sama dengan lokasi acara. Pelaku berhasil melewati checkpoint keamanan sebelum akhirnya dihadang aparat.
Petugas keamanan sempat terlibat baku tembak dengan pelaku sebelum akhirnya melumpuhkan pelaku penembakan. Seorang agen Secret Service sempat tertembak dari jarak dekat, namun selamat karena menggunakan rompi antipeluru.
Presiden Trump menyatakan:” Dia ditembak dari jarak yang sangat dekat dengan senjata yang sangat ampuh, dan rompi anti peluru itu berhasil melindunginya.”
Sementara, Deputi Direktur Secret Service Matthew Quinn menegaskan: “Malam ini, seorang pengecut mencoba menciptakan tragedi nasional. Dia meremehkan kemampuan perlindungan dari Dinas Rahasia AS dan dihentikan pada kontak pertama.” Ia mengklaim pelaku tidak pernah berhasil menembus area ballroom yang menjadi benteng perlindungan ring satu presiden.
Evakuasi Pejabat Tinggi
CNN melaporkan, sekitar pukul 20:45, Presiden Trump langsung dievakuasi dari lokasi oleh Secret Service. Wakil Presiden JD Vance, Ibu Negara Melania Trump, dan sejumlah pejabat kabinet Trump juga dievakuasi bersama.
Mengutip kesaksian anggota Kongres Jared Moskowitz seperti dilaporkan NBC, ia ditarik ke ruang aman oleh Steve Scalise, mengingatkan pada insiden penembakan tahun 2017 yang pernah menyebabkan Scalise sebagai korban.
Wali Kota Washington D.C. Muriel Bowser memastikan situasi telah aman. “Saat ini tampaknya tidak ada bahaya apa pun bagi masyarakat,” katanya
Ia menyebut tidak ada indikasi pelaku lain terlibat dalam insiden tersebut.
Mengutip CNN, kini Allen, tersangka Pelaku akan menghadapi dua dakwaan serius, yakni penggunaan senjata api dalam kejahatan kekerasan dan penyerangan terhadap pejabat federal. Ia dijadwalkan menjalani sidang pada Senin.
Trump: “Ini Profesi yang Berbahaya”
Sekitar dua jam setelah insiden penembakan di Hotel Hilton Washington, Presiden Donald Trump muncul di Gedung Putih masih mengenakan tuxedo. Ia menyebut pelaku sebagai “lone wolf” dan “sick person”.
“Ketika Anda memberikan dampak, mereka akan mengejar Anda. Ketika Anda tidak memberikan dampak, mereka akan membiarkan Anda sendiri,” ujar Trump.
Ia juga menegaskan bahwa menjadi presiden adalah “a dangerous profession”, seraya menyebut insiden ini sebagai salah satu dari lima ancaman pembunuhan terhadap dirinya sejak 2024.
Ketua White House Correspondents’ Association, Weijia Jiang, mengumumkan pembatalan acara atas permintaan aparat penegak hukum.
Namun, Trump menyatakan keinginannya untuk menjadwal ulang acara tersebut dalam waktu 30 hari ke depan.
Insiden ini kembali menyoroti tingginya ancaman keamanan terhadap pejabat tinggi di Amerika Serikat, khususnya di tengah situasi geopolitik yang memanas.











