Internasional

Maskapai Berbiaya Murah AS Minta Keringanan Pajak di Tengah Lonjakan Harga Avtur

Avatar photo
3
×

Maskapai Berbiaya Murah AS Minta Keringanan Pajak di Tengah Lonjakan Harga Avtur

Sebarkan artikel ini
Maskapai Berbiaya Murah AS Minta Keringanan Pajak di Tengah Lonjakan Harga Avtur


PRESSCORNER.ID – JAKARTA. Para chief executive officer (CEO) maskapai berbiaya murah di Amerika Serikat dijadwalkan bertemu dengan Menteri Transportasi AS, Sean Duffy, pada Selasa untuk membahas lonjakan biaya bahan bakar pesawat akibat perang Iran.

Maskapai-maskapai seperti Spirit Airlines, Frontier Airlines, Allegiant Air, Sun Country Airlines, dan Avelo Airlines meminta Kongres AS memberikan keringanan pajak sementara untuk membantu mengurangi dampak kenaikan harga avtur.

Melalui kelompok industri Association of Value Airlines, para maskapai mengusulkan penghentian sementara pajak cukai federal sebesar 7,5% untuk tiket pesawat serta pajak US$ 5,30 per segmen penerbangan.

Menurut asosiasi tersebut, penghapusan sementara pajak dapat menutup sekitar sepertiga dari tambahan biaya akibat kenaikan harga bahan bakar jet.

Direktur eksekutif Association of Value Airlines, Jonathon Freye, mengatakan tanpa adanya bantuan, tekanan biaya bahan bakar yang terus berlanjut akan menyebabkan kenaikan total biaya perjalanan bagi penumpang.

Ia menambahkan bahwa maskapai kemungkinan akan menaikkan tarif tiket dasar maupun layanan tambahan seperti bagasi dan pemilihan kursi untuk menutup kenaikan biaya bahan bakar.

Harga Avtur Naik, Maskapai Pangkas Kapasitas

Lonjakan harga bahan bakar penerbangan di Amerika Utara telah memaksa sejumlah maskapai menaikkan biaya bagasi, mengurangi frekuensi penerbangan, hingga memangkas rencana ekspansi kapasitas.

Kondisi ini semakin menekan maskapai berbiaya murah yang selama ini mengandalkan tarif murah untuk menarik penumpang.

Spirit Airlines menjadi salah satu maskapai yang paling terdampak. Reuters sebelumnya melaporkan bahwa rencana keluar dari kebangkrutan Spirit kembali menghadapi tekanan setelah lonjakan harga avtur mengganggu asumsi utama dalam restrukturisasi perusahaan.

Spirit kini tengah mencari persetujuan pengadilan untuk restrukturisasi kedua dalam waktu kurang dari satu tahun. Padahal, maskapai tersebut baru keluar dari kebangkrutan pada Maret 2025.

Selain kenaikan harga bahan bakar, Spirit juga masih menghadapi kelebihan kapasitas domestik, lemahnya permintaan perjalanan rekreasi, serta lingkungan harga yang sulit.

Di tengah tekanan biaya yang terus meningkat, industri penerbangan berbiaya murah di AS kini berharap adanya intervensi pemerintah untuk menjaga tarif tetap terjangkau dan mencegah penurunan permintaan perjalanan udara.