Gaya Hidup

BINUS Jadi Kampus Pertama di Indonesia yang Adopsi Program Kiro for Students

Avatar photo
1
×

BINUS Jadi Kampus Pertama di Indonesia yang Adopsi Program Kiro for Students

Sebarkan artikel ini
BINUS Jadi Kampus Pertama di Indonesia yang Adopsi Program Kiro for Students


​PRESSCORNER.ID – JAKARTA. BINUS University memperluas pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) di lingkungan kampus melalui kerja sama dengan Amazon Web Services (AWS).

Melalui program Kiro for Students, BINUS memberikan akses gratis selama satu tahun kepada seluruh mahasiswa untuk menggunakan Kiro, agen AI untuk pengembangan perangkat lunak.

Program yang diumumkan pada 28 Oktober 2026 ini menjadikan BINUS University sebagai universitas pertama di Indonesia yang bergabung dalam Kiro for Students.


Dekan School of Computer Science BINUS University Prof. Derwin Suhartono mengatakan, pemanfaatan teknologi AI di lingkungan pendidikan tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan kemampuan teknis mahasiswa, tetapi juga membangun pemahaman dan tanggung jawab dalam mengembangkan solusi teknologi.


“Kami ingin mahasiswa tidak hanya mampu menciptakan solusi teknologi, tetapi juga memahami dan bertanggung jawab atas solusi yang mereka kembangkan. Kiro memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memperkaya pengalaman belajar mereka, sementara fondasi akademik, bimbingan dosen, serta evaluasi proyek membantu mereka mengembangkan keterampilan teknis sekaligus kemampuan berpikir kritis,” ujar Derwin dalam keterangannya Minggu (1/11/2026).


Sebagai institusi pendidikan yang telah tergabung dalam AWS Academy, BINUS University mengintegrasikan Kiro ke dalam ekosistem pembelajaran berbasis AI.


Teknologi ini diharapkan dapat membantu mahasiswa menghubungkan konsep teoritis dengan penerapan praktis melalui pengembangan proyek secara langsung.


Dekan School of Information Systems BINUS University Dr. Rudy mengatakan, penggunaan AI membuka peluang bagi mahasiswa untuk mengembangkan gagasan menjadi solusi yang lebih konkret.


Teknologi tersebut juga dapat membantu mempercepat pengembangan ide, menguji kesesuaiannya dengan kebutuhan pengguna, serta menghasilkan solusi yang memiliki nilai tambah bagi organisasi dan masyarakat.


Kiro merupakan lingkungan pengembangan perangkat lunak berbasis AI agent yang menggunakan pendekatan spec-driven development dan teknologi agentic AI. Melalui teknologi ini, mahasiswa dapat menjelaskan ide atau solusi yang ingin dibuat menggunakan bahasa sehari-hari.


Selanjutnya, Kiro membantu menerjemahkan gagasan tersebut menjadi kebutuhan sistem, rancangan desain, hingga tahapan pekerjaan sebelum masuk ke proses pemrograman dan pengembangan aplikasi.


Pendekatan ini memungkinkan mahasiswa memahami proses pengembangan perangkat lunak secara lebih terstruktur.


Dalam program tersebut, mahasiswa BINUS memperoleh 1.000 kredit gratis setiap bulan selama satu tahun.


Kredit ini dapat digunakan untuk mengakses berbagai fitur berbantuan AI, mulai dari menghasilkan rancangan desain, menyusun daftar tugas pengembangan, hingga meminta penjelasan mengenai kode pemrograman.


Bagi mahasiswa Computer Science, teknologi ini dapat dimanfaatkan untuk menerapkan kemampuan pemrograman dalam mata kuliah seperti algoritma, rekayasa perangkat lunak, data, dan AI. Sementara itu, mahasiswa Information Systems dapat menggunakannya untuk mengembangkan layanan digital serta menguji gagasan berdasarkan kebutuhan bisnis.


Head of APJ Market Expansion and Strategic Partnership Amazon Web Services Yashinta Bahana menilai, perkembangan AI turut mengubah cara industri mengembangkan perangkat lunak.


Karena itu, akses terhadap teknologi pengembangan berbasis AI dapat membantu mahasiswa mempersiapkan keterampilan yang dibutuhkan dunia kerja.


“Program Kiro for Students memberikan akses kepada mahasiswa terhadap teknologi pengembangan berbasis AI yang juga digunakan oleh para profesional saat ini. Dengan demikian, mahasiswa dapat mengembangkan pembelajaran di kelas menjadi prototipe nyata sekaligus mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja masa depan,” ujar Yashinta.


Melalui program ini, BINUS University berupaya memperkuat keterkaitan antara pendidikan tinggi dan kebutuhan industri teknologi.


Pemanfaatan AI dalam proses pembelajaran juga diharapkan mendorong mahasiswa menghasilkan inovasi yang dapat diterapkan untuk menjawab kebutuhan organisasi maupun masyarakat.