Presscorner.id – Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Soft Tennis Indonesia (PP PESTI), Irjen Pol. Dr. Awal Chairuddin, menegaskan pentingnya regenerasi atlet untuk menjaga kesinambungan prestasi soft tennis Indonesia.
Komitmen tersebut disampaikan saat membuka Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Soft Tennis Indonesia Piala Kapolda Sulawesi Selatan 2026 di Lapangan Tenis Hasanuddin, Makassar, Jumat (30/10/2026).
Kejurnas yang berlangsung hingga Minggu (1/11/2026) ini diikuti sekitar 100 atlet dari berbagai daerah di Indonesia. Selain menjadi ajang kompetisi, kejuaraan tersebut juga diarahkan untuk menjaring atlet muda potensial yang dipersiapkan menghadapi persaingan di tingkat nasional maupun internasional.
Awal Chairuddin mengatakan, keberlanjutan pembinaan menjadi salah satu kunci untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan prestasi soft tennis Indonesia.
“Kejuaraan seperti ini penting untuk menemukan bibit-bibit atlet junior dari berbagai daerah. Kita harus terus membina dan menyiapkan mereka agar kelak mampu menjadi andalan Indonesia dalam kejuaraan berikutnya,” ujar Awal dalam sambutannya.
Menurutnya, pembinaan tidak cukup hanya mengandalkan atlet yang telah matang. Regenerasi perlu berjalan secara terencana dengan memberikan kesempatan kepada atlet junior untuk merasakan atmosfer kompetisi, meningkatkan kemampuan, serta membangun mental bertanding sejak dini.
Keterlibatan atlet dari berbagai kelompok usia dalam Kejurnas di Makassar menjadi bagian dari upaya PP PESTI memperluas basis pembinaan sekaligus mempersiapkan generasi penerus.
Perunggu Asian Games Jadi Motivasi
Awal Chairuddin juga menyinggung pencapaian tim soft tennis Indonesia yang meraih medali perunggu pada Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang, pada September lalu.
Menurutnya, capaian tersebut menjadi motivasi untuk memperkuat pembinaan dan meningkatkan daya saing atlet Indonesia dalam kompetisi internasional berikutnya.
“Dengan semangat prestasi yang sudah diraih, kita harus terus mencari dan membina atlet-atlet junior agar nantinya mampu memberikan hasil yang lebih baik. Harapannya, mereka dapat mengharumkan nama bangsa pada berbagai kejuaraan internasional,” katanya.
Ia berharap kejuaraan nasional tidak hanya menjadi agenda kompetisi tahunan, tetapi juga bagian dari kalender pembinaan yang berkesinambungan. Melalui kompetisi yang teratur, kemampuan teknik, pengalaman, dan mental atlet diharapkan terus berkembang.
Awal juga mengajak seluruh pemangku kepentingan olahraga untuk bersama-sama memperkenalkan soft tennis kepada masyarakat luas.
Menurutnya, soft tennis bukan cabang olahraga baru di Indonesia. Namun, sosialisasi masih perlu diperluas agar olahraga ini semakin dikenal dan diminati masyarakat.
“Soft tennis ini bukan olahraga baru di Indonesia. Karena itu, kita perlu terus membangkitkannya agar masyarakat semakin mengenal dan tertarik untuk mengembangkan cabang olahraga ini,” ujarnya.
Lapangan Serupa, Karakter Permainan Berbeda
Dalam sambutannya, Awal turut menjelaskan karakteristik soft tennis yang kerap menimbulkan pertanyaan karena memiliki kemiripan dengan tenis lapangan.
Secara umum, soft tennis menggunakan lapangan yang sama dengan tenis lapangan, tetapi memiliki karakteristik peralatan dan sistem pertandingan tersendiri.
Penjelasan tersebut diharapkan dapat memperluas pemahaman masyarakat sekaligus membuka peluang pengembangan soft tennis di berbagai daerah.
Awal menyampaikan apresiasi kepada seluruh atlet, pelatih, manajer, ofisial, panitia, dan pihak-pihak yang telah mendukung penyelenggaraan Kejurnas di Makassar.
Ia juga menyambut kehadiran kontingen dari berbagai daerah dan berharap para atlet dapat memanfaatkan kejuaraan ini untuk mengukur kemampuan serta memperkuat persaudaraan.
100 Atlet Bersaing dalam Berbagai Kategori
Wakil Ketua Umum PP PESTI sekaligus Tournament Director, Ferly Montolalu, menjelaskan bahwa Kejurnas Soft Tennis Indonesia 2026 diikuti sekitar 100 atlet yang mewakili sejumlah provinsi.
Pertandingan mempertandingkan berbagai kategori untuk memberikan ruang kompetisi bagi atlet senior maupun junior, termasuk nomor tunggal, ganda, ganda campuran, dan beregu.
“Kami melibatkan atlet junior agar proses regenerasi soft tennis Indonesia berjalan dengan baik. Melalui kejuaraan ini, kami berharap muncul pemain-pemain muda potensial yang nantinya mampu berprestasi di tingkat nasional dan melangkah ke kompetisi internasional,” kata Ferly.
Menurutnya, kejuaraan nasional memiliki peran penting untuk mengevaluasi hasil pembinaan yang dilakukan pengurus provinsi dan daerah. Pertandingan juga menjadi sarana bagi atlet untuk mengasah teknik, meningkatkan kepercayaan diri, serta memperkuat mental menghadapi lawan dengan karakter permainan berbeda.
Partisipasi kontingen dari berbagai daerah diharapkan dapat mendorong pemerataan pembinaan dan membuka kesempatan bagi atlet berbakat untuk tampil di tingkat nasional.
Panitia Siapkan Penghargaan bagi Pemenang
Ketua Panitia Kejurnas, Kombes Pol. Dr. Pria Budi, S.I.K., M.H., menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung penyelenggaraan kejuaraan, mulai dari unsur pemerintah, kepolisian, organisasi olahraga, hingga sponsor.
Dukungan tersebut dinilai penting untuk memastikan pertandingan berjalan lancar sekaligus memberikan pengalaman kompetisi yang baik bagi para atlet.
Panitia juga menyiapkan penghargaan berupa uang pembinaan, medali, dan sertifikat bagi para pemenang pada nomor-nomor perorangan yang dipertandingkan.
Kejurnas Soft Tennis Indonesia Piala Kapolda Sulawesi Selatan 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang perebutan gelar juara, tetapi juga memperkuat fondasi pembinaan, memperluas jangkauan soft tennis di Tanah Air, serta menyiapkan atlet muda yang mampu bersaing di tingkat internasional.
Penyelenggaraan Kejurnas 2026 ini didukung oleh Bank Sulselbar, CIMB Niaga, Kalla Toyota, Bosowa, Indonesia Off-Road Federation (IOF), serta unsur Kodam XIV/Hasanuddin.











