BeritaBisnis

Ketidakpastian Tinggi, Penting Jaga Momentum Pertumbuhan & Ekspektasi Pelaku Ekonomi

Avatar photo
7
×

Ketidakpastian Tinggi, Penting Jaga Momentum Pertumbuhan & Ekspektasi Pelaku Ekonomi

Sebarkan artikel ini
Ketidakpastian Tinggi, Penting Jaga Momentum Pertumbuhan & Ekspektasi Pelaku Ekonomi


PRESSCORNER.ID-JAKARTA  Pesimisme dunia usaha terhadap prospek perekonomian dapat menjadi ancaman bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia. 

Pasalnya, ekspektasi negatif dapat mendorong perusahaan menahan ekspansi dan masyarakat mengurangi belanja, sehingga permintaan domestik berpotensi melemah.

Vice President Industry and Regional Research PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Dendi Ramdani mengingatkan adanya fenomena self-fulfilling prophecy, yakni kondisi ketika ekspektasi negatif justru mendorong terjadinya situasi buruk yang sebelumnya dikhawatirkan.

Menurut Dendi, kondisi fundamental ekonomi Indonesia belum tentu seburuk persepsi yang berkembang di pasar. Namun, apabila ketidakpastian terus berlanjut tanpa adanya sinyal perbaikan yang meyakinkan, pesimisme dapat memengaruhi keputusan ekonomi masyarakat dan pelaku usaha.

“Ekspektasi hanya bisa bagus kalau orang punya harapan. Atau diberi sinyal, oh kita ini akan ada perbaikan,” ujar Dendi dalam acara Business Outlook 2027, Senin (19/10/2026).

Dendi menjelaskan, ketika masyarakat memperkirakan ekonomi akan melemah, mereka cenderung menahan konsumsi. Di sisi lain, perusahaan berpotensi menunda investasi maupun rencana ekspansi karena khawatir permintaan tidak cukup kuat.

“Kalau orang punya ekspektasi misalnya ekonomi turun, padahal sekarang enggak, tapi bisa kejadian turun. Karena kemudian orang nahan belanja, dunia usaha nahan ekspansi,” katanya.

Keputusan tersebut, apabila terjadi secara luas, dapat menekan permintaan agregat. Akibatnya, aktivitas ekonomi berpotensi melambat dan ekspektasi negatif yang semula belum tentu mencerminkan kondisi riil justru menjadi kenyataan.

“Akibatnya aggregate demand turun. Lama-lama benar-benar melemah, benar-benar turun. Itu yang kita takutkan,” ujar Dendi.

Lebih lanjut, Dendi menilai menjaga momentum pertumbuhan dan ekspektasi pelaku ekonomi menjadi hal penting di tengah ketidakpastian global maupun domestik.

Menurutnya, Indonesia masih memiliki prospek ekonomi jangka menengah dan panjang. Dia menyebut, investasi, baik penanaman modal asing (PMA) maupun penanaman modal dalam negeri (PMDN), masih menunjukkan perkembangan yang kuat.

Meski demikian, prospek tersebut perlu didukung perbaikan tata kelola dan kualitas kelembagaan untuk menjaga kepercayaan investor.

Dendi bilang, persoalan tata kelola atau governance, termasuk transparansi pasar keuangan, menjadi pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan.