Presscorner.id — Nama tim nasional sepak bola Bangladesh kembali menjadi perhatian setelah menghadapi Indonesia pada laga terakhir Grup A FIFA ASEAN Cup 2026.
Bangladesh menutup turnamen dengan kekalahan 2-9 dari Indonesia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (1/10/2026). Dua gol Bangladesh dicetak Shahriar Emon dan Farhaan Ali Wahid, sedangkan Mitchell Baker mencetak lima gol untuk Indonesia.
Hasil tersebut membuat Bangladesh mengakhiri fase grup tanpa meraih poin. Sebelumnya, Bangladesh kalah 0-3 dari Malaysia dan 0-1 dari Singapura.
Siapa Tim Nasional Sepak Bola Bangladesh?
Tim nasional sepak bola Bangladesh merupakan tim yang berada di bawah Bangladesh Football Federation (BFF) dan menjadi representasi Bangladesh dalam kompetisi internasional.
Pada 2026, tim senior Bangladesh memasuki periode baru setelah BFF menunjuk Thomas Dooley sebagai pelatih kepala. Pelatih berkebangsaan Jerman-Amerika itu ditunjuk pada Mei 2026 dengan kontrak dua tahun.
Dooley memiliki pengalaman sebagai pemain dan pelatih internasional. Ia pernah memperkuat Amerika Serikat di Piala Dunia 1994 dan menjadi kapten AS pada Piala Dunia 1998. Ia kemudian menjadi asisten pelatih timnas AS di bawah Jürgen Klinsmann pada 2011-2014.
Sebelum menangani Bangladesh, Dooley pernah melatih Filipina dan Guyana. BFF menyebut pengalamannya di Asia menjadi salah satu pertimbangan dalam penunjukan tersebut.
Hasil Bangladesh di FIFA ASEAN Cup 2026
Bangladesh tergabung di Grup A bersama Indonesia, Malaysia dan Singapura.
| Pertandingan | Hasil |
|---|---|
| Malaysia vs Bangladesh | Malaysia 3-0 Bangladesh |
| Bangladesh vs Singapura | Bangladesh 0-1 Singapura |
| Indonesia vs Bangladesh | Indonesia 9-2 Bangladesh |
Dengan tiga kekalahan tersebut, Bangladesh menyelesaikan fase grup dengan 0 poin.
Bangladesh Sempat Cetak Dua Gol ke Gawang Indonesia
Meski kalah telak, Bangladesh sempat dua kali mencetak gol ke gawang Indonesia.
Shahriar Emon memperkecil skor menjadi 1-3 pada menit ke-36. Gol tersebut tercipta melalui sundulan setelah menerima umpan Shuki.
Pada masa tambahan waktu babak kedua, Farhaan Ali Wahid kembali mencetak gol untuk Bangladesh sehingga skor berubah menjadi 2-7.
Namun, Indonesia kemudian mencetak dua gol tambahan melalui Kevin Diks dan Mitchell Baker untuk memastikan kemenangan 9-2.
Mengapa Bangladesh Kesulitan Menghadapi Indonesia?
Salah satu faktor yang disorot pelatih Thomas Dooley sebelum pertandingan adalah perbedaan kedalaman pemain.
Dooley mengatakan Bangladesh memiliki basis penggemar sepak bola yang sangat besar, tetapi jumlah pemain yang tersedia untuk dipilih relatif terbatas dibandingkan Indonesia. Ia juga menilai proses peningkatan kualitas tim membutuhkan waktu.
Kondisi tersebut terlihat ketika Bangladesh menghadapi Indonesia. Garuda mampu mencetak enam gol pada babak pertama, sementara Bangladesh kesulitan mempertahankan pertahanan dari tekanan bertubi-tubi.
Namun, Bangladesh tetap mampu menghasilkan dua gol dan menunjukkan bahwa mereka masih dapat menciptakan peluang ketika mendapatkan ruang di lini pertahanan Indonesia.
Thomas Dooley dan Proyek Baru Bangladesh
Penunjukan Thomas Dooley menjadi bagian dari rencana BFF untuk membangun kembali tim nasional.
Ketika ditunjuk, Dooley mengatakan salah satu targetnya adalah meningkatkan posisi Bangladesh dalam ranking FIFA. Ia juga menekankan bahwa perubahan tidak dapat terjadi secara instan.
Pada September 2026, Dooley kembali menyampaikan bahwa perkembangan tim membutuhkan proses. Pernyataan tersebut disampaikan menjelang keberangkatan Bangladesh ke Indonesia untuk mengikuti FIFA ASEAN Cup.
Sebelum turnamen, Bangladesh juga mencatat kemenangan bersejarah 2-1 atas San Marino dalam pertandingan persahabatan di Eropa pada Juni 2026. Pertandingan tersebut merupakan laga pertama Bangladesh melawan negara Eropa di wilayah Eropa.
Bangladesh dan Masa Depan Sepak Bola Asia Selatan
Kekalahan dari Indonesia menjadi bagian dari proses pembangunan tim Bangladesh di bawah Dooley. BFF sebelumnya menyatakan ingin membangun tim dengan memanfaatkan pemain-pemain muda.
Di sisi lain, perhatian terhadap sepak bola Bangladesh tidak hanya datang dari tim senior. Pemain-pemain diaspora dan perkembangan tim usia muda juga menjadi bagian dari upaya memperluas basis pemain nasional.
Untuk saat ini, FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi pengalaman penting bagi skuad Bangladesh menghadapi lawan-lawan Asia dengan level kompetitif berbeda.
Indonesia sendiri melaju ke final setelah finis di puncak Grup A dengan 7 poin, unggul atas Malaysia berdasarkan produktivitas gol.











