PRESSCORNER.ID – SINGAPURA. FutureChina Global Forum (FCGF) 2026 kembali digelar pada 24-25 September 2026 di Singapura. Memasuki penyelenggaraan ke-17, forum yang digelar Business China ini mengangkat tema “Strengthening Resilience, Rebuilding Trust”.
Forum berlangsung selama dua hari dengan pembahasan yang mempertemukan perspektif dari China dan berbagai negara, terutama dengan perkembangan dan penerapan kecerdasan buatan (AI).
Pada hari pertama, 24 September, diskusi berfokus pada perkembangan AI, penerapannya dalam dunia bisnis dan masyarakat, serta bagaimana teknologi tersebut dapat menciptakan nilai di berbagai sektor.
Sementara hari kedua, 25 September, melanjutkan pembahasan mengenai perkembangan dan implikasi AI dalam konteks kerja sama bisnis dan ekonomi yang lebih luas, temasuk di kawasan ASEAN.
CEO Business China Kwek Poh Heok mengatakan, forum mengenai AI sebenarnya telah banyak digelar di berbagai belahan dunia. Namun, FCGF tahun ini ingin memberikan perspektif yang berbeda dengan menghadirkan pandangan mengenai perkembangan AI di China.
Menurut dia, banyak peserta di luar China selama ini mengikuti perkembangan AI terutama melalui sumber-sumber berbahasa Inggris.
“Karena itu, forum yang diselenggarakan secara bilingual ini diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai kemajuan pesat AI di China, bagaimana teknologi tersebut diterapkan, serta apa arti perkembangan tersebut bagi dunia usaha dan masyarakat,” ujar dia dalam pembukaannya.
Kwek mengatakan, mempertemukan perspektif dari China dan berbagai negara dapat membantu peserta memperoleh wawasan baru ketika pengalaman dan gagasan yang berbeda bertemu.
“Hal ini sejalan dengan peran Business China dalam mendorong bilingualisme dan bikulturalisme, sehingga hubungan antar-komunitas dapat semakin kuat,” ujar dia.
Selain perkembangan teknologi, FCGF juga menyoroti pentingnya sumber daya manusia yang mampu memahami sekaligus menerapkan AI. Kwek menyebut kebutuhan tersebut sebagai “AI bilinguals”, yakni orang-orang yang memiliki keahlian di bidang masing-masing sekaligus memahami cara menggunakan AI untuk menciptakan nilai bagi organisasi, industri, dan ekosistem yang lebih luas.
Faktor lain seperti kelayakan komersial, kesesuaian dengan bisnis, kemampuan beradaptasi dengan pasar yang berbeda, serta kepercayaan menjadi penting. Menurut dia, tata kelola yang baik diperlukan untuk membangun kepercayaan agar inovasi AI dapat diadopsi secara bertanggung jawab dan dalam skala besar.
Untuk mengikuti forum ini, FCGF bisa disaksikan di Youtube, KONTAN TV.











