Presscorner.id — PSM Makassar harus puas berbagi satu poin usai bermain imbang 2-2 melawan Persita Tangerang pada pekan ketiga BRI Liga 1 2026/2027. Pertandingan sengit ini menjadi bahan evaluasi mendalam bagi tim pelatih terkait pentingnya meminimalisir kesalahan individual di lini pertahanan.
Pelatih Kepala PSM Makassar, Darije Kalezic, mengapresiasi karakter pantang menyerah anak asuhnya yang mampu bangkit dua kali dari ketertinggalan. Menurutnya, tim mengawali pertandingan dengan baik dan mengontrol jalannya laga sesuai skema.
Namun, kesalahan individual membuat pertahanan terganggu hingga dibobol pemain nomor punggung 7 Persita yang berdiri tanpa penjagaan. Setelah PSM menyamakan skor menjadi 1-1, kelalaian pemain dalam menjalankan instruksi strategi kembali membuat tim tertinggal 1-2 di babak kedua.
“Tim menunjukkan semangat untuk bangkit dari ketertinggalan hingga skor menjadi 2-2. Bahkan di penghujung laga, Fahrul mendapatkan peluang emas seratus persen yang nyaris membawa kita menang 3-2,” ungkap Darije Kalezic.
Ia menegaskan, kendati kesalahan individual menyulitkan posisi tim, daya juang yang ditunjukkan para pemain menjadi fondasi positif untuk terus ditingkatkan.
Debut Lars dan Alasan Pilihan Pemain Lokal
Di samping evaluasi pertahanan, Darije Kalezic memberikan apresiasi khusus atas debut pemain asing baru, Lars, yang masuk sebagai pemain pengganti. Lars bersama Kodai dinilai sukses memberi suntikan energi positif di 15 menit terakhir. Lars bahkan melepaskan umpan kunci untuk peluang akhir Fahrul, meski belum terkonversi menjadi gol.
Mengenai komposisi starting eleven yang didominasi pemain lokal seperti Akbar Tanjung, Kalezic menegaskan bahwa status pemain asing tidak menjamin posisi utama. Pemain lokal dinilai tampil konsisten selama pramusim, sedangkan beberapa legiun asing masih dalam pemulihan fisik. Lalić, misalnya, sempat mengalami cedera lutut di awal pramusim sehingga belum berlatih maksimal.
Tanggapan Pemain dan Agenda Jeda Internasional
Mewakili skuad Juku Eja, Akbar Tanjung mengungkapkan rasa kurang puasnya terhadap hasil imbang di kandang, namun tetap mengapresiasi perjuangan tim.
“Terkait pertandingan pada hari ini dengan hasil yang draw, saya sedikit kecewa dengan hasil ini. Tetapi saya apresiasi juga kepada rekan-rekan tim yang sudah berjuang hingga menit akhir sehingga kita bisa menyamakan kedudukan,” kata Akbar.
Ia menegaskan komitmen pemain untuk terus mengevaluasi diri dan lebih disiplin menjalankan instruksi pelatih di pertandingan berikutnya.
Menghadapi jeda internasional FIFA selama tiga pekan, tim kepelatihan PSM telah menyiapkan program evaluasi berkonsep mini pre-season. Fokus utamanya adalah mengembalikan mentalitas kemenangan pemain untuk menghapus catatan kurang maksimal pada laga kandang musim lalu.
Sebagai persiapan menghadapi PSS Sleman di laga mendatang, PSM merencanakan dua kali uji coba, yakni melawan tim PSM U-20 pada pekan depan dan laga internal 11 melawan 11 pada dua minggu mendatang.











