PRESSCORNER.ID – Mencicipi kuliner khas Betawi di Jakarta bukan perkara sulit. Banyak warung menyajikan ketupat sayur atau nasi uduk plus semur bercita rasa hidangan Betawi. Di antara warung-warung itu, ada tempat makan yang tersembunyi di sebuah gang kecil di kawasan Cidodol, Jakarta Selatan.
Dari Jalan Panjang Cidodol, pengunjung perlu masuk ke Gang Musholla Subulussalam untuk menemukan sebuah teras rumah yang disulap jadi warung sederhana, namun menawarkan hidangan tulen Betawi: ketupat sayur dan ketupat laksa. Nama kedainya adalah Ketupat Sayur & Laksa Betawi Cidodol.
Kedainya tak luas. Hanya ada dua meja kayu dengan enam kursi yang tersedia di teras rumah. Tak ada etalase besar yang memajang makanan. Ketupat, kuah, dan lauk-pauk berada di dapur rumah dan baru diracik setelah pesanan datang.
Nah, begitu tiba di kedai ini, langsung pesan menu yang Anda inginkan. Anna Nurhasanah, Pemilik Ketupat Sayur & Laksa Betawi Cidodol, akan meracik pesanan di dapur.
Ketupat laksa, menu andalan yang layak dicicipi. Tidak menunggu lama, pesanan tersaji di meja. Sepiring laksa berisi potongan ketupat yang disiram kuah santan kental berwarna kuning kecoklatan. Kecambah, daun kemangi, dan bawang goreng pelengkap di atasnya. Segera santap selagi hangat!
Rasa gurih dari kuah mendominasi begitu mendarat di lidah, dengan sedikit rasa pedas. Aroma rempah pekat, disusul rasa kaldu ebi yang cukup kuat. Tekstur ketupat padat tapi lembut, berpadu dengan renyah kecambah, kemangi, dan bawang goreng saat dikunyah.
Karakter kuah yang kental dan kaya rempah berasal dari racikan aneka rempah yang dimasak bersama santan. Menurut Anna, ia menggunakan temu mangga, temu kunci, lada, ketumbar, jahe, jinten, kemiri, dan kunyit. Rempah-rempah ini dia blender bersama kacang mede, kacang tanah, ebi, rebon, dan teri medan. Bumbu ia tumis selama sekitar tiga jam sebelum dimasak bersama santan.
Anna bilang, ada satu rempah pembeda kuah laksanya dengan laksa daerah lain. “Temu mangga ciri khas laksa Betawi, yang bikin aromatik khas,” tutur perempuan asli Betawi ini.
Selain laksa, pengunjung bisa pesan ketupat sayur. Seporsi ketupat sayur berisi potongan ketupat disiram kuah santan berwarna kuning kecoklatan, mirip laksa. Bedanya, kuah ketupat berisi potongan kecil kacang panjang, pepaya muda, dan kentang, lalu ditutup dengan taburan bawang goreng.
Jika laksa gurih, maka rasa ketupat sayur kombinasi manis dan gurih, dengan sedikit pedas. Rasa manisnya menonjol karena kuah santan dimasak bersama gula aren dan gula putih.
Untuk membuat kuahnya, Anna menggunakan bumbu cabai, bawang, kemiri, kacang mede, sedikit terasi dan ebi. Sayuran dimasak bersama kuah santan sehingga rasa manis, gurih, dan pedas menyatu.
Bila ingin menambah lauk, aneka semur tersedia. Ada daging sapi, telur, jengkol, tempe, tahu, dan kentang. Semua lauk dimasak dengan bumbu semur berbasis kecap. Rasanya manis dengan aroma rempah yang pekat kombinasi ketumbar, jinten, kayu manis, dan lada. Tekstur lauk empuk sehingga mudah disantap bersama ketupat.
Untuk ketupat sebagai dasar kedua hidangan, Anna juga bikin sendiri. Ia mengaku, menggunakan beras kualitas bagus agar mendapatkan tekstur yang padat tetapi lembut.
Berkah kala pandemi
Anna merintis jualan laksa sejak Oktober 2019. Awalnya, coba-coba, setelah usaha suaminya gulung tikar. “Pertama diminta masak untuk hajatan dan orang bilang enak, pas rasa Betawinya. Jadi, saya percaya diri lanjut buka pesanan,” cerita perempuan 38 tahun ini
Resep yang digunakan Anna semua hasil belajar dari ibunya yang memang gemar memasak hidangan khas Betawi.
Sejak awal jualan, ia sudah memanfaatkan layanan aplikasi pesan antar. Pilihan tersebut justru tepat, karena tidak lama setelah usaha dimulai, pandemi Covid-19 mengubah aktivitas masyarakat. Pada masa itu, pesanan makanan secara daring melonjak. Nama warung Anna ikut terangkat setelah seorang food blogger datang dan mengulas hidangannya.
Belakangan, sang suami turut mempromosikan usaha melalui TikTok, Facebook, dan WhatsApp. Beberapa food blogger ternama juga berdatangan
Kini, pelanggan Anna bukan hanya dari sekitar Cidodol. Ada yang sengaja datang dari Lampung dan Surabaya. Dalam sehari rata-rata 80100 porsi hidangan bisa terjual di kedai ini. Saat akhir pekan, meningkat menjadi 120150 porsi. Ia juga menerima pesanan untuk hajatan, Ramadan, dan Lebaran. Saat Lebaran, pesanannya bisa mencapai 1.000 porsi.
Di kedainya, Anna membanderol seporsi laksa polos dan ketupat sayur polos masing-masing Rp 17.000. Untuk menikmati sepotong semur daging, harus menambah bayar Rp 23.000. Telur dihargai Rp 5.000, seporsi jengkol Rp 6.000, lalu tempe, tahu, dan kentang masing-masing Rp 3.000.
Warung ini buka mulai pukul 6 pagi hingga 9 malam, selama hidangan masih tersedia. Pagi hari waktu yang paling ramai karena banyak pelanggan datang untuk sarapan.
Ketupat Sayur & Laksa Betawi Cidodol
Gang Musholla Subulussalam 1 No. 14 Kebayoran Lama
HP: 0822-2600-7359
Koordinat GPS: -6.23056331, 106.7723432











