BeritaInternasional

Warga Negara Tetangga Ini Jadi Dalang Curi Kripto Rp 4 T, Terancam 20 Tahun Penjara

Avatar photo
11
×

Warga Negara Tetangga Ini Jadi Dalang Curi Kripto Rp 4 T, Terancam 20 Tahun Penjara

Sebarkan artikel ini
Warga Negara Tetangga Ini Jadi Dalang Curi Kripto Rp 4 T, Terancam 20 Tahun Penjara


PRESSCORNER.ID – Malone Lam (22), warga negara Singapura yang pernah tinggal di Miami, Amerika Serikat, mengaku bersalah atas perannya dalam sindikat pencurian dan pencucian aset kripto senilai lebih dari 245 juta dollar AS.

Lam menyampaikan pengakuan bersalah tersebut di hadapan pengadilan federal Amerika Serikat pada Selasa (8/9/2026). Ia mengaku bersalah atas satu dakwaan konspirasi berdasarkan Undang-Undang RICO, yang mengatur kejahatan terorganisasi.

Departemen Kehakiman AS menyebut Lam sebagai pemimpin jaringan kejahatan siber internasional yang menggunakan rekayasa sosial untuk mencuri dan mencuci aset kripto.

Atas dakwaan tersebut, Lam menghadapi ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Hakim Pengadilan Distrik AS Colleen Kollar-Kotelly menetapkan sidang status pada 8 Desember 2026. Tanggal tersebut belum merupakan jadwal penjatuhan vonis.

Modus pencurian kripto lewat telepon palsu

Menurut dokumen pengadilan, jaringan yang dipimpin Lam beroperasi setidaknya sejak Oktober 2023 hingga Mei 2025.

Sindikat tersebut merekrut anggota melalui platform permainan daring atau online gaming. Jaringan ini kemudian berkembang menjadi kelompok kejahatan lintas negara yang menyasar pemilik aset kripto dalam jumlah besar.

Lam dikenal menggunakan sejumlah alias, antara lain “Anne Hathaway”, “$$$”, dan “King Greavy”.

Dalam menjalankan aksinya, Lam bertugas mengidentifikasi target korban dan mengoordinasikan peran anggota jaringan.

Anggota sindikat menjalankan penipuan dengan menyamar sebagai perwakilan perusahaan teknologi atau layanan pertukaran kripto. Mereka menghubungi korban melalui panggilan dukungan teknis palsu untuk memperoleh akses ke akun dan dompet kripto.

Pelaku juga menggunakan teknik rekayasa sosial untuk membujuk korban menyerahkan informasi penting, termasuk kode keamanan dan kredensial akun.

Selain serangan siber, jaringan tersebut juga melakukan pembobolan rumah dalam sejumlah kasus untuk mendapatkan informasi yang memungkinkan mereka menguras dompet kripto korban.

Tonton: Diplomasi Sendal Jepit, PM Malaysia Anwar Ibrahim Temui Presiden Rusia Vladimir Putin

Korban kehilangan lebih dari 4.100 bitcoin

Salah satu aksi terbesar sindikat terjadi pada Agustus 2024. Seorang korban di Washington DC kehilangan lebih dari 4.100 bitcoin setelah ditipu oleh anggota jaringan.

Pelaku menyamar sebagai perwakilan Google dan bursa kripto Gemini. Korban kemudian dibujuk untuk memberikan akses ke Google Drive dan kode keamanan.

Akses tersebut memungkinkan pelaku menguras aset kripto milik korban.

Nilai bitcoin yang dicuri dari korban tersebut mencapai lebih dari US$245 juta atau sekitar Rp 4,41 triliun dengan asumsi kurs Rp 18.000 per dollar AS.

Kasus tersebut menjadi salah satu pencurian aset kripto individu terbesar yang pernah ditangani penegak hukum Amerika Serikat.

Departemen Kehakiman AS menyebut Lam dan anggota jaringannya menargetkan korban dengan kepemilikan mata uang virtual dalam jumlah besar.

Tonton: Minyak US$108, Pemerintah Pilih Tahan Harga BBM

Uang curian dicuci melalui gaya hidup mewah

Setelah memperoleh aset kripto hasil kejahatan, Lam dan komplotannya menggunakan berbagai cara untuk menyamarkan aliran dana.

Departemen Kehakiman AS menyebut hasil pencurian digunakan untuk membiayai gaya hidup mewah, mulai dari kendaraan eksotis hingga pesta di klub malam.

Jaringan tersebut menghabiskan uang untuk:

  • Mobil mewah dengan harga antara US$100.000 hingga US$3,8 juta per unit.
  • Rumah sewaan mewah di Los Angeles, Hamptons, dan Miami.
  • Penyewaan jet pribadi.
  • Jasa pengamanan pribadi.
  • Jam tangan mewah bernilai hingga lebih dari US$500.000.
  • Tas mewah dan pakaian bermerek.

Pengeluaran untuk layanan klub malam disebut mencapai US$500.000 dalam satu malam.

Laporan Associated Press juga menyebut Lam menghabiskan US$569.000 dalam satu malam di sebuah klub malam di Los Angeles.

Jaringan kripto melibatkan 18 terdakwa

Kasus pencurian kripto ini melibatkan 18 terdakwa. Lam menjadi salah satu terdakwa yang mengaku bersalah dalam perkara tersebut.

Sebelumnya, Evan Tangeman (22) telah dijatuhi hukuman lebih dari lima tahun penjara pada April 2026 atas perannya dalam pencucian uang hasil kejahatan.

Lam ditangkap oleh aparat penegak hukum pada 18 September 2025 di rumah sewaannya di Miami.

Departemen Kehakiman AS menyatakan penyelidikan kasus ini melibatkan Kantor Kejaksaan AS untuk Distrik Columbia, FBI, serta unit investigasi kriminal IRS.

Tonton: Serangan Pipa Minyak Arab Saudi, Donald Trump: Iran Bertanggung Jawab

Ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara

Pengakuan bersalah Lam menjadi perkembangan penting dalam penanganan kasus pencurian kripto berskala internasional tersebut.

Jaksa menilai jaringan itu menjalankan operasi terorganisasi dengan pembagian peran yang jelas, mulai dari pencarian target hingga pencucian hasil kejahatan.

Lam kini menunggu proses pengadilan berikutnya. Ia menghadapi ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara atas dakwaan konspirasi RICO yang diakuinya.

Sidang status pada 8 Desember 2026 akan menjadi agenda lanjutan dalam proses hukum tersebut.