PRESSCORNER.ID – Penyelenggaraan ASEAN Sports Day (ASD) 2026 turut mendorong geliat ekonomi di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Selama tiga hari pelaksanaan, kegiatan yang melibatkan peserta dari berbagai daerah tersebut diperkirakan menghasilkan perputaran ekonomi sekitar Rp1 miliar hingga Rp2,5 miliar.
Kabid Pemasaran Dinas Pariwisata Sleman Kus Endarto mengatakan, dampak ekonomi mulai terasa dari meningkatnya aktivitas masyarakat dan kunjungan peserta dari luar daerah selama rangkaian kegiatan berlangsung.
“Dampaknya yang sudah terasa paling tidak ya ekonomi mulai agak bergeliat. Ada gairah ekonomi,” ujar Kus dalam keterangannya seusai ASEAN Fun Run di Loman Park Hotel Yogyakarta, Minggu (6/9/2026).
Menurut dia, estimasi sementara menunjukkan perputaran ekonomi selama tiga hari pelaksanaan ASD berada di kisaran Rp1 miliar hingga Rp2,5 miliar. Sebagian besar peserta saat ini berasal dari wilayah lokal dan Pulau Jawa, terutama Jawa Tengah.
“Kalau perputaran ekonominya ini untuk sementara karena ini lebih banyak dari lokal dan Jawa, Jawa Tengah utamanya, kurang lebih ada di angka Rp1 miliar sampai dengan Rp2 miliar setengah untuk tiga hari ini,” katanya.
Sleman Bidik Sport Tourism
Kus mengatakan, pemerintah daerah berharap kegiatan olahraga berskala internasional seperti ASD dapat digelar secara berkelanjutan karena berpotensi memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi daerah.
Menurutnya, kegiatan olahraga dapat menjadi bagian dari pengembangan sport tourism. Kehadiran peserta dari luar daerah berpotensi meningkatkan aktivitas ekonomi di sektor perhotelan, kuliner, transportasi, perdagangan, hingga usaha masyarakat di sekitar lokasi kegiatan.
Pemkab Sleman juga berharap kegiatan internasional tersebut dapat memberikan ruang bagi masyarakat untuk berinteraksi dengan peserta dari berbagai daerah dan negara.
“Insya Allah ini akan memberi manfaat lebih bagi kita, bagi Sleman utamanya. Nanti harapannya adalah ini juga bisa mendukung rencana kami menjadikan Sleman menjadi kota belajar,” ujar Kus.
Ia berharap penyelenggaraan event olahraga yang lebih besar dapat meningkatkan manfaat ekonomi bagi Sleman. Salah satunya melalui peluang penyelenggaraan ASEAN Marathon di Kabupaten Sleman.
“Mudah-mudahan nantinya harapan kita semuanya, kalau memang akan jadi ada ASEAN Marathon, bisa dilaksanakan di Kabupaten Sleman,” katanya.
Okupansi Hotel Ikut Terdorong
Dampak penyelenggaraan ASD juga dirasakan sektor pariwisata dan perhotelan. General Manager Loman Park Hotel Yogyakarta, Handono Suyatno Putro, mengatakan kegiatan olahraga internasional dapat menjadi sarana promosi bagi Yogyakarta sekaligus mendorong kunjungan wisatawan.
Menurut dia, olahraga kini semakin terintegrasi dengan pariwisata. Kehadiran peserta dan rangkaian kegiatan ASD turut memberikan dampak terhadap tingkat hunian hotel.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan dari Kemenpora juga dari Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta sehingga event ASEAN Sports Day ini luar biasa,” kata Handono.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus digelar sehingga mampu mendorong masyarakat untuk berolahraga sekaligus memperkuat daya tarik Yogyakarta sebagai destinasi.
ASEAN Fun Run Libatkan Ratusan Peserta
Salah satu agenda ASD 2026 adalah ASEAN Fun Run yang berlangsung di Yogyakarta, Ahad (6/9/2026). Ratusan peserta dari berbagai kalangan, termasuk komunitas olahraga, penggiat olahraga, serta penyandang disabilitas tunarungu, mengikuti kegiatan yang dimulai pukul 06.00 WIB tersebut.
Asisten Deputi Olahraga Layanan Khusus Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Ahmad Arsani mengatakan, pihaknya turut menggaungkan Gerakan Masyarakat Aktif dan Bugar (GEMAR) dalam rangkaian ASD.
“Kita punya program Gemar. Tujuannya adalah bagaimana mengajak masyarakat untuk bergerak, berolahraga secara rutin paling tidak misalnya seminggu sekali. Dengan memanfaatkan ruang terbuka, dengan biaya yang sangat murah, bisa dihadiri oleh siapa saja, bisa dijangkau oleh masyarakat lapisan apa saja. Kita memanfaatkan yang namanya Car Free Day,” kata Arsani.
Menurut dia, keterbatasan fasilitas olahraga tidak seharusnya menjadi alasan masyarakat untuk tidak aktif bergerak. Karena itu, Kemenpora mendorong pemanfaatan ruang publik yang mudah dijangkau dan tidak membutuhkan biaya besar.
Selain ASEAN Fun Run, rangkaian ASD 2026 di Yogyakarta mencakup Car Free Day, Tour de Prambanan, serta Training of Trainers (ToT) bagi penggerak olahraga disabilitas.
Sebanyak 115 penyandang disabilitas mengikuti kegiatan ToT untuk dipersiapkan menjadi pelatih maupun penggerak olahraga disabilitas.
Arsani berharap dukungan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan semakin kuat sehingga ruang publik dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai ruang aktivitas fisik masyarakat.
“Semoga ke depannya dukungan tersebut terus mengalir karena di lain pihak ada juga Kementerian UMKM, Kementerian Kesehatan insyaallah juga akan mendukung dalam kegiatan ini,” ujarnya.
Peserta Apresiasi ASEAN Fun Run
Antusiasme peserta turut mewarnai pelaksanaan ASEAN Fun Run. Salah satu peserta asal India, Akhil Srivastava, mengatakan kegiatan tersebut menjadi pengalaman pertamanya mengikuti ASEAN Fun Run.
“Ini kali pertama ikut event ini dan sejauh ini kami mengikutinya dengan enjoy. Saya akan ikut lagi tahun depan,” ujar Akhil.
Peserta lainnya, Ayu, menilai ASEAN Fun Run menjadi kegiatan positif sekaligus wadah bagi masyarakat Indonesia untuk mendukung semangat kerja sama ASEAN melalui olahraga.
“Acaranya bagus, positif, keren, istimewa tentunya di Yogyakarta. Semoga tahun depan bisa mengadakan lebih meriah dan keren lagi. Ini pertama kali ikut. Saya ingin ikut mendukung ASEAN, sebagai warga negara Indonesia yang masuk dalam ASEAN, ikut mendukung sport,” ujarnya.
Sementara itu, peserta bernama Sigit menilai ASEAN Fun Run tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga sarana mempererat hubungan antarnegara ASEAN melalui kegiatan yang melibatkan masyarakat.
“Event ini menyenangkan, sebagai pemersatu negara ASEAN, support olahraga,” kata Sigit.











