BeritaInternasional

OPEC+ Tunda Kenaikan Produksi Minyak hingga Kuartal IV

Avatar photo
11
×

OPEC+ Tunda Kenaikan Produksi Minyak hingga Kuartal IV

Sebarkan artikel ini
OPEC+ Tunda Kenaikan Produksi Minyak hingga Kuartal IV


PRESSCORNER.ID – JAKARTA. Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak dan sekutunya (OPEC+) diperkirakan menahan kebijakan produksi minyak untuk Oktober 2026. Keputusan tersebut akan dibahas dalam pertemuan kelompok produsen minyak pada Minggu (6/9).

Melansir Reuters (6/9), dua sumber yang mengetahui pembahasan mengatakan, OPEC+ kemungkinan belum mengubah kuota produksi. Kelompok ini masih perlu menyepakati baseline atau kapasitas produksi acuan baru sebelum menentukan strategi pasokan berikutnya.

Langkah tersebut diambil di tengah gangguan ekspor minyak akibat konflik yang melibatkan Iran dan terganggunya lalu lintas energi melalui Selat Hormuz. Kondisi ini membuat ruang OPEC+ untuk memengaruhi harga minyak dan mengatur pangsa pasar menjadi lebih terbatas.

Berbeda dengan periode sebelumnya, perubahan kebijakan produksi OPEC+ kini tidak otomatis memberikan dampak besar terhadap pasar. Gangguan pasokan akibat konflik justru menjadi faktor yang lebih dominan dalam menentukan pergerakan harga minyak global.

Pada Agustus lalu, OPEC+ telah menyepakati kenaikan produksi untuk September. Keputusan itu sekaligus menuntaskan pencabutan bertahap pemangkasan pasokan sebesar 1,65 juta barel per hari (bph) yang diberlakukan sejak 2023.

Meski demikian, produksi aktual anggota OPEC+ masih berada jauh di bawah target. Gangguan operasional akibat konflik menjadi salah satu penyebab utama rendahnya realisasi produksi dibandingkan kuota yang telah ditetapkan.

Selain itu, OPEC+ masih mempertahankan pemangkasan produksi lainnya yang berlaku bagi sebagian besar dari 21 negara anggotanya hingga akhir 2026. Karena itu, kelompok tersebut belum dapat sepenuhnya mengembalikan seluruh pasokan yang dipangkas ke pasar.

Sebelum menentukan strategi pengakhiran pemangkasan, OPEC+ perlu meninjau kapasitas produksi masing-masing anggota. Hasil peninjauan ini akan menjadi dasar untuk menetapkan baseline produksi 2027, yang kemudian digunakan dalam menentukan kuota produksi.

Perdebatan mengenai baseline tersebut diperkirakan baru berlangsung pada 2026. Dengan pertimbangan itu, OPEC+ diperkirakan memilih menunda kenaikan produksi pada kuartal IV 2026 dan mempertahankan kebijakan pasokan untuk sementara waktu.