PRESSCORNER.ID – SINGAPURA. Mulai bulan depan, Singapura akan melelang barang-barang hasil sitaan dalam kasus pencucian uang terbesar di negara tersebut. Barang yang dilelang meliputi lebih dari 80 properti dan lebih dari 1.000 aksesori mewah.
Bloomberg melaporkan, Minggu (30/8/2026), aset-aset tersebut akan dijual secara bertahap antara September hingga pertengahan 2027. Lelang dijadwalkan dimulai pada 7 September 2026.
Menurut pernyataan perusahaan konsultan Deloitte, jumlah pasti barang yang akan dilelang untuk setiap tahap masih dalam tahap finalisasi. Sebelumnya, Bloomberg melaporkan, mengutip sumber yang mengetahui masalah ini, Deloitte telah menghubungi sejumlah broker properti terkait rencana penjualan aset-aset tersebut.
Penjualan ini merupakan langkah lanjutan dalam kasus pencucian uang besar-besaran senilai S$ 3 miliar, sekitar Rp 33,85 triliun. Kasus ini melibatkan pelaku kejahatan asal Provinsi Fujian, Tiongkok selatan.
Sebelum beberapa anggotanya ditangkap dalam penggerebekan oleh otoritas Singapura pada 2023 silam, para pelaku kejahatan tersebut telah mendirikan family office, membeli aset mewah, dan menjalani gaya hidup mewah di kota tersebut.
Otoritas telah menyita lebih dari 200 properti, yang banyak di antaranya berlokasi di kawasan premium seperti Orchard Road dan Sentosa. Otoritas telah mulai melikuidasi sebagian aset, termasuk mobil serta sejumlah aset hunian dan komersial.
Unit Deloitte di Singapura ditunjuk tahun lalu untuk mengawasi proses likuidasi tersebut. Properti tertentu akan ditawarkan di luar proses lelang melalui mekanisme expression of interest, ungkap Deloitte dalam pernyataan resmi.
Barang-barang mewah yang akan dilelang mencakup perhiasan, jam tangan, dan tas tangan. Di antaranya ada cincin berlian kuning seberat 15,02 karat. Estimasi nilai cincin ini setidaknya S$ 200.000.
Selain itu juga ada tas tangan Louis Vuitton edisi khusus Yayoi Kusama bermotif labu. Barang-barang tersebut termasuk aset yang akan ditawarkan oleh balai lelang Hotlotz pada September mendatang.
Pihak Hotlotz, dalam pernyataan resmi, menyebut, di tahap-tahap selanjutnya, barang yang akan ditawarkan dalam lelang khusus mencakup tas tangan Hermès dan jam tangan mewah dari merek-merek seperti Patek Philippe dan Rolex.
Meskipun sektor properti mewah dan pasar hunian pribadi secara umum di Singapura terus mengalami kenaikan, beberapa properti tertentu telah terjual dengan potongan harga yang sangat besar dibandingkan dengan harga tinggi yang sebelumnya dibayarkan oleh anggota kelompok ilegal tersebut.
Beberapa penjualan aset dilakukan atas inisiatif bank yang sebelumnya memberikan pinjaman kepada kelompok tersebut. Salah satu properti yang menjadi sorotan, yakni sebidang tanah menghadap laut di Sentosa, akhirnya terjual kepada pembeli lokal dengan harga sekitar S$ 22 juta, hampir separuh dari harga pembelian awalnya.











