Gaya Hidup

Pertumbuhan Konten Kreator dan Event Jadi Penopang Hollyland di Indonesia

Avatar photo
7
×

Pertumbuhan Konten Kreator dan Event Jadi Penopang Hollyland di Indonesia

Sebarkan artikel ini
Pertumbuhan Konten Kreator dan Event Jadi Penopang Hollyland di Indonesia


PRESSCORNER.ID – Indonesia menjadi pasar terbesar Hollyland di Asia Tenggara, dengan pertumbuhan konten kreator dan penyelenggaraan event menjadi salah satu pendorong permintaan terhadap perangkat produksi audio, video, hingga komunikasi.

Southeast Asia (SEA) Business Development Manager Hollyland Terry Yeremia mengatakan, pasar Indonesia memiliki ekosistem yang relatif kuat untuk mendukung pertumbuhan produk Hollyland. Selain jumlah konten kreator yang terus berkembang, tingginya aktivitas event turut menciptakan kebutuhan terhadap perangkat pendukung produksi.

“Indonesia nomor satu. Yang bisa membuat nomor satu itu pertumbuhan konten kreator dan event. Karena di Indonesia banyak event dan banyak orang-orang mau jadi konten kreator,” ujar Terry dalam acara Hollyland We Connect SEA di Pullman Hotel Jakarta Central Park, Sabtu (29/8).


Menurut Terry, faktor lain yang mendukung posisi Indonesia adalah harga produk yang relatif terjangkau serta akses terhadap produk yang cukup mudah. Hollyland juga menyediakan opsi rental sehingga calon pengguna dapat mencoba perangkat sebelum membeli.


“Produk-produk kita cukup terjangkau, mereka bisa beli. Dan ada di mana-mana, aksesibilitasnya gampang. Kalau teman-teman mau coba dulu, barangnya juga bisa rental,” katanya.


Terry menambahkan, kondisi tersebut membuat ekosistem Hollyland di Indonesia relatif lebih berkembang dibandingkan sejumlah negara lain di Asia Tenggara.


“Tidak semua negara punya ekosistem yang sebagus di Indonesia,” ujar dia.

Mikrofon Paling Laris


Dari berbagai kategori produk Hollyland, mikrofon menjadi salah satu lini yang paling kuat di Indonesia maupun Asia Tenggara.


Terry mengatakan, selain mikrofon, produk intercom dan transmitter juga memiliki posisi yang kuat di pasar Indonesia. Namun, mikrofon menjadi kategori yang saat ini paling banyak digunakan.


“Yang paling merajalela Hollyland di Indonesia itu, sama Southeast Asia, mikrofon,” kata Terry.


Menurut dia, karakteristik pasar Asia Tenggara juga sesuai dengan strategi produk Hollyland yang menawarkan berbagai pilihan dari segmen high-end hingga middle dan low-end.


“Orang-orang Southeast Asia itu butuh produk yang harganya terjangkau tapi kualitasnya oke,” jelasnya.


Kondisi tersebut membuka peluang bagi Hollyland untuk menjangkau pengguna yang lebih luas, termasuk kreator konten yang baru mulai membangun produksinya.


Terry menyampaikan, pasar Asia Tenggara terus berkembang. Di kawasan ini, Hollyland mencatatkan penjualan US$ 7 juta di tahun 2023, yang kemudian naik lagi menjadi US$ 9,7 juta di tahun 2024, dan sebesar US$ 13,4 juta di tahun 2025. Terry yakin, nilai ini masih bisa meningkat di tahun 2026.

Dorong Solidcom C1 Air di Indonesia


Untuk mendukung perluasan pasar, Hollyland meluncurkan lima produk yakni wireless microphone Lark A2, Lark M3, intercom headset Solidcom C1 Air, Solidcom SE 2, dan wireless video transmitter Pyro 7 Ultra pada Sabtu (29/8).


 Solidcom C1 Air sebagai salah satu produk yang didorong secara khusus di pasar Indonesia.


Terry mengatakan, keputusan tersebut tidak terlepas dari kuatnya posisi Hollyland di kategori intercom Indonesia.


“Karena intercom di Indonesia kita merajai pasar, dan kebanyakan orang sudah punya Solidcom C1 Pro yang lama, jadi mereka bisa nyambung sama yang baru,” ujarnya.


Solidcom C1 Air juga dikembangkan dengan mempertimbangkan kebutuhan pengguna yang menginginkan perangkat intercom dengan ukuran lebih ringkas. Bobot perangkat tersebut sekitar 40 gram.


Selain Solidcom C1 Air, produk terbaru lainnya menyasar segmen yang berbeda. Lark A2 ditujukan bagi pengguna smartphone di segmen entry level, sedangkan Lark M3 menjadi penerus Lark M2 dengan dukungan hingga empat transmitter dan empat receiver.


Sementara Solidcom SE2 menyasar kebutuhan komunikasi dalam event, sedangkan Pyro 7 Ultra merupakan wireless monitor untuk kebutuhan produksi video.


Kelima produk tersebut dijadwalkan mulai tersedia di pasar Indonesia pada akhir September 2026. Produk akan dipasarkan melalui jaringan dealer dan toko kamera, serta sejumlah platform e-commerce seperti Shopee, TikTok Shop, Lazada, dan Tokopedia.


Untuk layanan purna jual, Hollyland bekerja sama dengan PT Denka Pratama Indonesia yang menangani distribusi sekaligus layanan purna jual di Indonesia.


Dengan pertumbuhan kreator konten, aktivitas event, serta akses terhadap perangkat yang semakin mudah, Hollyland melihat Indonesia masih memiliki ruang pertumbuhan yang besar. Posisi Indonesia sebagai pasar terbesar Hollyland di Asia Tenggara sekaligus menjadi basis penting bagi perusahaan untuk memperluas penggunaan perangkat produksi konten dan profesional di kawasan tersebut.