BeritaSulawesi SelatanSulsel

Ikan Oarfish di Pantai Pink Lombok: Benarkah Pertanda Gempa? Ini Penjelasan DKP NTB

Avatar photo
19
×

Ikan Oarfish di Pantai Pink Lombok: Benarkah Pertanda Gempa? Ini Penjelasan DKP NTB

Sebarkan artikel ini
Ikan Oarfish di Pantai Pink Lombok: Benarkah Pertanda Gempa? Ini Penjelasan DKP NTB


LOMBOK TIMUR, Presscorner.id – Warga menemukan seekor ikan oarfish di kawasan Pantai Pink, Desa Sekaroh, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Selasa (25/8/2026). Penemuan ikan laut dalam tersebut langsung menarik perhatian masyarakat dan ramai diperbincangkan di media sosial.

Sejumlah warganet mengaitkan kemunculan oarfish dengan gempa bumi yang sebelumnya mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT). Namun, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi NTB menegaskan bahwa anggapan tersebut tidak didukung bukti ilmiah.

DKP NTB: Oarfish Muncul karena Faktor Oseanografi

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan NTB, Muslim, menjelaskan bahwa kemunculan oarfish dipengaruhi kondisi oseanografi atau dinamika lingkungan laut. Perubahan arus, suhu, tekanan air, hingga kondisi biologis ikan dapat membuat spesies laut dalam tersebut muncul ke permukaan atau terdampar di pantai.

“Iya, itu mitos. Kemunculan oarfish dipengaruhi faktor oseanografi, bukan pertanda gempa. Ikan itu juga tidak berbahaya,” kata Muslim, Selasa (25/8/2026).

Pernyataan tersebut sekaligus meluruskan informasi yang beredar di media sosial mengenai hubungan langsung antara oarfish dan aktivitas gempa bumi.

Benarkah Oarfish Pertanda Gempa?

Oarfish (Regalecus glesne) selama ini dikenal sebagai ikan laut dalam yang sangat jarang terlihat. Karena beberapa kali muncul sebelum terjadi gempa di berbagai negara, masyarakat kemudian menjulukinya sebagai “ikan kiamat”.

Meski demikian, hingga saat ini belum ada penelitian ilmiah yang membuktikan kemunculan oarfish dapat memprediksi gempa bumi. Para peneliti lebih banyak mengaitkan fenomena tersebut dengan perubahan kondisi laut, gangguan habitat, penyakit, atau faktor lingkungan lainnya.

Karena itu, kemunculan oarfish tidak dapat dijadikan indikator bencana.

Mengenal Ikan Oarfish

Oarfish merupakan salah satu ikan bertulang terpanjang di dunia. Spesies ini dapat tumbuh hingga lebih dari delapan meter dan hidup di perairan laut dalam dengan kedalaman ratusan hingga lebih dari seribu meter.

Habitatnya yang jauh dari permukaan membuat ikan ini sangat jarang dijumpai manusia. Setiap kemunculannya di pantai atau perairan dangkal hampir selalu menarik perhatian publik.

Masyarakat Diminta Mengacu pada Informasi Resmi

DKP NTB mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang menghubungkan kemunculan oarfish dengan potensi gempa bumi.

Informasi mengenai aktivitas gempa dan potensi tsunami hanya dapat disampaikan oleh lembaga yang berwenang, seperti BMKG, melalui hasil pemantauan dan analisis ilmiah.

Masyarakat juga diharapkan lebih bijak menyikapi informasi yang beredar di media sosial agar tidak mudah terpengaruh oleh isu yang belum terbukti kebenarannya.

Sumber primer: Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Nusa Tenggara Barat (DKP NTB).