BeritaInternasional

Pendapatan Pribadi Warga AS Naik 0,4% pada Juli 2026, Belanja Konsumen Melambat

Avatar photo
7
×

Pendapatan Pribadi Warga AS Naik 0,4% pada Juli 2026, Belanja Konsumen Melambat

Sebarkan artikel ini
Pendapatan Pribadi Warga AS Naik 0,4% pada Juli 2026, Belanja Konsumen Melambat


PRESSCORNER.ID – WASHINGTON. Pendapatan pribadi masyarakat Amerika Serikat (AS) meningkat pada Juli 2026, tetapi pertumbuhan belanja konsumen melambat. Kondisi tersebut menunjukkan daya beli rumah tangga AS masih bertahan, meski konsumsi riil nyaris tidak bertumbuh di tengah kenaikan harga.

Berdasarkan laporan Bureau of Economic Analysis (BEA), Rabu (26/8/2026), pendapatan pribadi (personal income) naik US$ 115,1 miliar atau 0,4% secara bulanan pada Juli 2026. Pertumbuhan tersebut meningkat dibandingkan kenaikan 0,2% pada Juni, serta lebih tinggi dibanding konsensus proyeksi ekonom yang memprediksi pertumbuhan 0,2% di Juli.

Pendapatan pribadi setelah dikurangi pajak alias disposable personal income (DPI) meningkat US$ 125,9 miliar atau 0,5% pada Juli. Realisasi ini juga lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan 0,2% pada bulan sebelumnya.

Kenaikan pendapatan pribadi terutama berasal dari peningkatan kompensasi pekerja, manfaat sosial pemerintah, serta pendapatan pribadi dari aset. Di dalam komponen kompensasi, kenaikan terutama didorong oleh upah dan gaji sektor swasta.

Sementara itu, manfaat sosial pemerintah meningkat terutama karena kenaikan pembayaran Medicaid dan Medicare. Pendapatan dividen juga menjadi pendorong utama kenaikan penerimaan pendapatan dari aset.

Di sisi konsumsi, pengeluaran konsumsi pribadi atawa personal consumption expenditures (PCE) meningkat US$ 36,3 miliar atau 0,2% pada Juli. Pertumbuhan ini melambat dari 0,3% pada Juni. Ini adalah kenaikan PCE nominal.

Kenaikan PCE nominal terutama berasal dari belanja jasa yang meningkat US$86,2 miliar. Namun, kenaikan tersebut sebagian besar terimbangi oleh penurunan belanja barang sebesar US$ 49,9 miliar.

Jika memperhitungkan perubahan harga, konsumsi riil hampir tidak berubah. Nilai PCE riil hanya meningkat US$1,3 miliar atau kurang dari 0,1% secara bulanan pada Juli, setelah tumbuh 0,4% pada Juni.

Data tersebut mengindikasikan bahwa kenaikan pendapatan belum sepenuhnya diterjemahkan menjadi peningkatan volume konsumsi. Pertumbuhan belanja nominal pada Juli juga sebagian mencerminkan kenaikan harga, terutama ketika konsumsi riil hanya bergerak tipis.

Tekanan harga konsumen berdasarkan indeks PCE kembali meningkat pada Juli. Indeks harga PCE naik 0,2% secara bulanan, setelah turun 0,1% pada Juni. Jika dibandingkan dengan Juli 2025, indeks harga PCE meningkat 3,7%.

Sementara itu, indeks harga PCE inti, yang tidak memasukkan harga makanan dan energy, juga naik 0,2% secara bulanan. Secara tahunan, PCE inti meningkat 3,3%.

Kenaikan pendapatan yang lebih cepat daripada belanja juga mendorong peningkatan tabungan rumah tangga. BEA mencatat tabungan pribadi mencapai US$ 712,0 miliar pada Juli, dengan rasio tabungan pribadi sebesar 3,0% dari pendapatan pribadi setelah pajak.

Pada Juni, tabungan pribadi tercatat US$ 646,1 miliar dan rasio tabungan sebesar 2,7%. Dengan demikian, tingkat tabungan meningkat 0,3 poin persentase pada Juli.

Data pendapatan dan konsumsi Juli menjadi salah satu indikator penting untuk melihat daya tahan konsumen AS, yang selama ini menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi. Namun, perlambatan PCE nominal dan hampir stagnannya konsumsi riil menunjukkan rumah tangga mulai menghadapi kombinasi kenaikan harga dan pertumbuhan konsumsi yang lebih terbatas.