BeritaInternasional

Bank Sentral Vietnam Siapkan Paket Pinjaman 220 Triliun Dong Buat UKM

Avatar photo
9
×

Bank Sentral Vietnam Siapkan Paket Pinjaman 220 Triliun Dong Buat UKM

Sebarkan artikel ini
Bank Sentral Vietnam Siapkan Paket Pinjaman 220 Triliun Dong Buat UKM


PRESSCORNER.ID – HANOI. State Bank of Vietnam mengatakan sedang menyiapkan paket pinjaman lunak sebesar 220 triliun dong, sekitar Rp 150,97 triliun. Bank sentral Vietnam ini akan mengalokasikan dana tersebut bagi usaha kecil dan menengah (UKM) serta proyek-proyek prioritas, sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan penyaluran pinjaman dan mendukung pertumbuhan ekonomi.

Reuters melaporkan, mengutip pernyataan resmi bank sentral, Selasa (4/8/2026), Wakil Gubernur State Bank of Vietnam (SBV) Pham Thanh Ha mengungkapkan rencana tersebut dalam rapat pemerintah pada Senin (3/8/2026). Ha menambahkan mereka telah mengerjakan paket tersebut bersama bank-bank komersial milik negara.

Vietnam menargetkan pertumbuhan ekonomi lebih dari 10% tahun ini. Ha mengatakan, pertumbuhan 8,18% yang tercatat pada semester pertama tahun 2026 berada di bawah ekspektasi.

Ha menyebut bank sentral telah mempertahankan suku bunga kebijakan utama tidak berubah tahun ini. Langkah ini dilakukan untuk memastikan bank memiliki akses ke pendanaan berbiaya rendah.

Strategi ini juga diharap mendorong bank dan lembaga keuangan untuk memangkas biaya, menyederhanakan prosedur, dan menurunkan suku bunga pinjaman untuk mendukung bisnis dan rumah tangga.

SBV telah menetapkan target pertumbuhan kredit sekitar 16% untuk tahun ini, dengan fleksibilitas untuk menyesuaikannya sesuai dengan kondisi ekonomi. Ha menyebut pinjaman yang beredar di sistem perbankan meningkat sebesar 8,38% selama tujuh bulan pertama tahun ini, setara dengan pertumbuhan tahunan sekitar 16,5%.

Ha menegaskan, SBV akan terus memantau risiko inflasi dan menjaga stabilitas sistem perbankan.  “Prospek ekonomi global diperkirakan akan tetap sangat tidak pasti dan bergejolak, yang menimbulkan tantangan bagi pengelolaan kebijakan moneter di negara-negara berkembang dan negara-negara dengan tingkat keterbukaan perdagangan yang tinggi seperti Vietnam,” kata Ha.