PRESSCORNER.ID – Impor minyak nabati India melonjak ke level tertinggi dalam 10 bulan pada Juli 2026.
Kenaikan ini didorong oleh meningkatnya pembelian minyak sawit dan minyak kedelai (soyoil) oleh perusahaan penyulingan (refiner) untuk mengisi kembali persediaan menjelang musim festival.
Mengutip Reuters, Selasa (4/8/2026), lima pelaku perdagangan memperkirakan impor minyak nabati India mencapai 1,49 juta metrik ton pada Juli, naik 34% dibandingkan Juni.
Kenaikan tersebut ditopang oleh peningkatan impor tiga jenis minyak nabati utama, yakni minyak sawit, minyak kedelai, dan minyak bunga matahari.
India merupakan importir minyak nabati terbesar di dunia. Meningkatnya permintaan dari negara tersebut diperkirakan membantu produsen utama seperti Indonesia, Malaysia, dan Argentina mengurangi stok sekaligus menopang harga kontrak berjangka minyak sawit dan minyak kedelai.
Impor minyak sawit pada Juli diperkirakan melonjak 50% dibandingkan bulan sebelumnya menjadi 733.000 ton, tertinggi dalam lima bulan terakhir.
Sementara itu, impor minyak kedelai meningkat 32% secara bulanan menjadi 501.000 ton, level tertinggi dalam tujuh bulan. Adapun impor minyak bunga matahari naik 4% menjadi 253.000 ton.
Data tersebut belum memasukkan pengiriman bebas bea yang masuk melalui jalur darat dari Nepal.
Asosiasi Solvent Extractors’ Association of India (SEA) dijadwalkan merilis data resmi impor minyak nabati Juli pada pertengahan Agustus.
Chief Executive Sunvin Group, Sandeep Bajoria, mengatakan stok minyak nabati di India sempat menyusut akibat rendahnya impor dalam beberapa bulan terakhir. Kini, perusahaan penyulingan kembali meningkatkan pembelian untuk memenuhi lonjakan permintaan selama musim festival.
India akan merayakan sejumlah festival besar pada periode Agustus hingga November, ketika konsumsi minyak nabati biasanya mencapai puncaknya.
Managing Partner GGN Research Rajesh Patel memperkirakan, impor minyak kedelai akan tetap berada di atas 500.000 ton pada Agustus dan September karena harganya masih sangat kompetitif.
Menurut Patel, rendahnya aktivitas pengolahan (crushing) biji kedelai dan biji kanola di dalam negeri turut meningkatkan kebutuhan impor minyak nabati.
Sebagian besar kebutuhan minyak sawit India dipasok dari Indonesia dan Malaysia, sedangkan minyak kedelai dan minyak bunga matahari terutama berasal dari Argentina, Brasil, Rusia, dan Ukraina.









