BeritaSulawesi SelatanSulsel

Apa Itu Beras Fortifikasi? Ini Manfaatnya bagi Kesehatan dan Bedanya dengan Beras Biasa

Avatar photo
5
×

Apa Itu Beras Fortifikasi? Ini Manfaatnya bagi Kesehatan dan Bedanya dengan Beras Biasa

Sebarkan artikel ini
Apa Itu Beras Fortifikasi? Ini Manfaatnya bagi Kesehatan dan Bedanya dengan Beras Biasa


Presscorner.id – Kata kunci “beras” menjadi salah satu topik yang banyak dicari masyarakat dalam beberapa waktu terakhir. Di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap pangan, istilah beras fortifikasi juga mulai sering muncul. Namun, apa sebenarnya beras fortifikasi dan apa bedanya dengan beras yang biasa dikonsumsi sehari-hari?

Menurut Badan Pangan Nasional (Bapanas), beras fortifikasi adalah beras yang diperkaya dengan berbagai zat gizi mikro, seperti zat besi, seng, vitamin B1, vitamin B12, dan asam folat. Penambahan zat gizi tersebut bertujuan membantu meningkatkan kualitas gizi masyarakat tanpa mengubah kebiasaan mengonsumsi nasi sebagai makanan pokok.

Apa Manfaat Beras Fortifikasi?

Bapanas menjelaskan bahwa fortifikasi merupakan salah satu strategi untuk mengatasi kekurangan zat gizi mikro yang masih dialami sebagian masyarakat Indonesia.

Karena beras dikonsumsi hampir setiap hari, pengayaan zat gizi dinilai menjadi cara yang efektif untuk membantu meningkatkan asupan nutrisi masyarakat tanpa mengubah pola makan yang sudah berlangsung lama.

Beberapa zat gizi yang ditambahkan memiliki fungsi berbeda, antara lain:

  • Zat besi membantu mengurangi risiko anemia.
  • Asam folat berperan dalam pembentukan sel dan mendukung kesehatan ibu hamil.
  • Vitamin B1 membantu proses metabolisme energi.
  • Vitamin B12 berperan dalam pembentukan sel darah merah dan menjaga fungsi saraf.
  • Seng (zinc) membantu mendukung sistem kekebalan tubuh dan pertumbuhan.

Apa Bedanya dengan Beras Biasa?

Perbedaan utama terletak pada kandungan gizinya.

Beras biasa secara alami mengandung zat gizi tertentu, sedangkan beras fortifikasi telah melalui proses penambahan vitamin dan mineral sesuai standar yang ditetapkan pemerintah. Dari sisi cara memasak maupun penyajian, beras fortifikasi tetap diolah seperti beras pada umumnya.

Mengapa Pemerintah Mendorong Beras Fortifikasi?

Bapanas menilai beras fortifikasi merupakan salah satu instrumen penting dalam meningkatkan kualitas konsumsi pangan masyarakat sekaligus menekan risiko kekurangan zat gizi mikro.

Pemerintah juga terus memperkuat ekosistem beras fortifikasi melalui penyusunan standar, pengawasan mutu, edukasi kepada masyarakat, hingga pemanfaatannya dalam sejumlah program pemerintah.

Sudah Memiliki Standar Nasional

Untuk menjamin keamanan dan kualitas produk, pemerintah telah menerapkan standar khusus mengenai beras fortifikasi, termasuk persyaratan mutu dan pelabelan.

Standar tersebut menjadi acuan bagi pelaku usaha dalam memproduksi beras fortifikasi sekaligus menjadi pedoman bagi aparat pengawas dalam memastikan produk yang beredar memenuhi ketentuan yang berlaku.

Dengan semakin banyaknya informasi mengenai pangan bergizi, masyarakat diharapkan dapat memahami bahwa beras fortifikasi merupakan salah satu inovasi yang dikembangkan untuk meningkatkan kualitas gizi, sementara pemilihan jenis beras tetap dapat disesuaikan dengan kebutuhan, preferensi, dan anjuran tenaga kesehatan bila diperlukan.


BACA JUGA :