BACHOK, MALAYSIA – Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar dan Universiti Malaysia Kelantan (UMK) sepakat memperkuat kerja sama internasional melalui pengembangan riset di bidang ketahanan air, pertukaran mahasiswa, hingga peningkatan kapasitas dosen.
Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) di Kampus UMK, Bachok, Malaysia, Selasa (21/7/2026). Penandatanganan dilakukan dalam rangkaian kunjungan akademik Rektor Unismuh Makassar, Dr. Ir. H. Abd. Rakhim Nanda, ST., MT., IPU.
Kerja sama ini menjadi langkah lanjutan setelah kemitraan kedua perguruan tinggi yang telah terjalin sejak 2023 melalui berbagai program kolaborasi akademik.
Fokus pada Tiga Bidang Kerja Sama
Naib Canselor UMK, YB Dato’ Prof. Ir. Ts. Dr. Arham bin Abdullah, mengatakan kedua perguruan tinggi telah menyepakati tiga bidang utama yang akan diperkuat dalam kerja sama ke depan.
Ketiga bidang tersebut meliputi:
- pertukaran mahasiswa;
- berbagi inovasi dan hasil riset;
- peningkatan kapasitas sumber daya manusia dosen.
“Ke depan, terdapat tiga area kerja sama yang akan kita perkuat bersama Unismuh Makassar, yaitu pertukaran mahasiswa, berbagi inovasi, serta program peningkatan kapasitas sumber daya manusia dosen antara kedua belah pihak,” ujarnya.
Dorong Riset Ketahanan Air
Selain penandatanganan MoU, kunjungan akademik tersebut juga diisi Syarahan Perdana Rektor Akademia Nusantara yang disampaikan Rektor Unismuh Makassar.
Dalam forum tersebut, Rakhim Nanda mengangkat tema “Al-Qur’an dan Resiliensi Air untuk Kehidupan: Dari Ayat-Ayat Kauniyah Menuju Peradaban Berkelanjutan.”
Ia mengajak perguruan tinggi di Indonesia dan Malaysia memperkuat kolaborasi riset mengenai ketahanan air, perubahan iklim, serta pengelolaan lingkungan tropis.
Menurutnya, tantangan krisis air memerlukan pendekatan lintas disiplin ilmu dan kolaborasi antarnegara agar mampu menghasilkan solusi yang dapat diterapkan secara nyata.
Kemitraan Telah Berjalan Tiga Tahun
Kerja sama Unismuh Makassar dan UMK bukanlah kemitraan baru.
Selama tiga tahun terakhir, kedua perguruan tinggi telah menjalankan sejumlah program akademik melalui Program PANRITA dan MACCA.
Dalam periode tersebut, 21 mahasiswa UMK mengikuti program part-time inbound di Fakultas Teknik Unismuh Makassar.
Selain itu, tujuh dosen UMK juga menjalankan tugas sebagai visiting professor di fakultas yang sama.
Capaian tersebut menjadi salah satu indikator bahwa kerja sama tidak berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi telah diwujudkan dalam aktivitas akademik yang melibatkan mahasiswa dan dosen dari kedua negara.
Perluas Jejaring Global
Bagi Unismuh Makassar, kerja sama dengan UMK merupakan bagian dari strategi memperluas jejaring internasional sekaligus meningkatkan mutu pelaksanaan Caturdarma Perguruan Tinggi Muhammadiyah.
Kedua institusi berkomitmen menindaklanjuti MoU melalui program-program yang terukur, mulai dari mobilitas akademik, penelitian bersama, publikasi ilmiah internasional, pengabdian kepada masyarakat lintas negara, hingga pengembangan inovasi.
Kolaborasi tersebut juga diharapkan memperkuat hubungan akademik Indonesia dan Malaysia dalam menghadapi berbagai tantangan global, khususnya di bidang pendidikan tinggi, lingkungan, dan pembangunan berkelanjutan.
Catatan Redaksi: Artikel ini disusun berdasarkan keterangan resmi Universitas Muhammadiyah Makassar mengenai penandatanganan nota kesepahaman dengan Universiti Malaysia Kelantan. Redaksi menyunting materi dengan mengedepankan substansi kerja sama, dampaknya bagi dunia pendidikan tinggi, serta kepentingan publik. Artikel akan diperbarui apabila terdapat tindak lanjut resmi dari kedua perguruan tinggi terkait implementasi program kolaborasi.











