BeritaInternasional

Ancaman Houthi Paksa Dua Kapal Tanker Minyak Saudi Ubah Rute Pelayaran

Avatar photo
10
×

Ancaman Houthi Paksa Dua Kapal Tanker Minyak Saudi Ubah Rute Pelayaran

Sebarkan artikel ini
Ancaman Houthi Paksa Dua Kapal Tanker Minyak Saudi Ubah Rute Pelayaran


PRESSCORNER.ID – Ancaman blokade laut yang diumumkan kelompok Houthi mulai memengaruhi jalur pengiriman minyak dari Arab Saudi.

Dua kapal tanker yang mengangkut minyak mentah Saudi untuk China dan India dilaporkan berbalik arah di Laut Merah pada Selasa (21/7/2026), setelah kelompok Houthi memperingatkan perusahaan pelayaran agar tidak melakukan aktivitas di pelabuhan Arab Saudi.

Berdasarkan data pelacakan kapal dari LSEG, kedua kapal tanker tersebut mengubah rute pelayarannya menuju Terusan Suez.

Pada Senin (20/7), kelompok Houthi yang didukung Iran mengumumkan blokade laut terhadap Arab Saudi.

Langkah tersebut membuka potensi front baru dalam konflik antara Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran, sekaligus meningkatkan ancaman terhadap pasokan energi global serta perdagangan internasional di luar kawasan Teluk.

Melalui surat elektronik yang dikirim kepada sejumlah perusahaan pelayaran, Houthi memperingatkan agar kapal tidak melakukan kegiatan bongkar muat di pelabuhan Arab Saudi.

Kelompok itu menyatakan kapal yang melanggar peringatan tersebut dapat menjadi sasaran serangan “di lokasi mana pun”.

Houthi menguasai wilayah utara Yaman, termasuk pesisir Selat Bab el-Mandeb yang menjadi pintu masuk Laut Merah.

Sementara itu, Pelabuhan Yanbu di pesisir Laut Merah selama ini menjadi jalur utama ekspor jutaan barel minyak Timur Tengah untuk menghindari Selat Hormuz yang terdampak konflik.

Kapal tanker berukuran Very Large Crude Carrier (VLCC) Xin Long Yang, yang selesai memuat sekitar 2 juta barel minyak mentah Saudi di Pelabuhan Yanbu pada Senin, semula dijadwalkan berlayar menuju China melalui pintu keluar Laut Merah. Namun, kapal tersebut kemudian berputar arah dan bergerak menuju Terusan Suez.

Hal serupa dilakukan kapal tanker jenis Aframax Rodos, yang mengangkut sekitar 700.000 barel minyak mentah Saudi untuk India. Kapal tersebut juga berbalik arah menuju Terusan Suez pada Selasa.

Hingga berita ini ditulis, Dynacom Tankers Management selaku pengelola kapal Rodos maupun Cosco Shipping yang mengelola Xin Long Yang belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar Reuters.

Selain itu, kapal tanker VLCC New Prime, yang dijadwalkan tiba di Yanbu pekan ini untuk memuat minyak mentah, juga dilaporkan berbalik arah saat berada di lepas pantai Oman.

Pengelola kapal, Associated Maritime Co HK, juga belum memberikan komentar.

Perubahan rute ini berpotensi memperpanjang waktu pengiriman minyak menuju Asia.

Apabila kapal tanker harus melewati Terusan Suez, alih-alih keluar melalui Selat Bab el-Mandeb, perjalanan menuju Asia dapat bertambah hingga beberapa pekan karena kapal harus melintasi Laut Mediterania dan mengitari Benua Afrika.

Kapal tanker berukuran Aframax dapat melintasi Terusan Suez dalam kondisi bermuatan penuh. Sementara itu, kapal VLCC yang berukuran lebih besar juga dapat menggunakan Terusan Suez, tetapi harus mengurangi sebagian muatannya terlebih dahulu.

Minyak tersebut kemudian dapat dialirkan melalui jaringan pipa SUMED menuju Laut Mediterania sebelum kembali dimuat ke kapal untuk melanjutkan perjalanan.