Presscorner.id – Keselamatan pelayaran di lintasan Pamatata–Bira, Kabupaten Kepulauan Selayar, kembali menjadi perhatian setelah KMP Balibo mengalami gangguan pada sistem kemudi saat beroperasi. Menyusul insiden tersebut, Bupati Kepulauan Selayar Muhammad Natsir Ali meminta PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menghentikan sementara operasional kapal hingga dinyatakan benar-benar layak berlayar.
Permintaan itu disampaikan melalui surat resmi Bupati Nomor 285/500.11/VII/2026 tertanggal 18 Juli 2026 kepada Senior General Manager PT ASDP Indonesia Ferry Makassar.
Langkah tersebut diambil karena pemerintah daerah menilai keselamatan penumpang harus menjadi prioritas, terlebih lintasan Pamatata–Bira merupakan jalur utama penghubung Pulau Selayar dengan daratan Sulawesi Selatan.
Gangguan Terjadi Saat Kapal Sedang Berlayar
Gangguan terjadi pada Sabtu, 18 Juli 2026, ketika KMP Balibo sedang melayani penyeberangan dari Pelabuhan Pamatata menuju Pelabuhan Bira.
Berdasarkan keterangan PT ASDP, kapal mengalami masalah pada sistem kemudi (steering system) sehingga nahkoda memutuskan memutar balik kapal ke Pelabuhan Pamatata sebagai langkah antisipasi demi keselamatan penumpang.
Seluruh penumpang kemudian dipindahkan ke kapal lain agar perjalanan menuju Bulukumba tetap dapat dilanjutkan.
Keputusan tersebut dinilai sebagai prosedur keselamatan untuk mencegah risiko yang lebih besar apabila kapal tetap dipaksa melanjutkan pelayaran.
Bupati Soroti Gangguan yang Disebut Berulang
Dalam surat yang dikirim kepada PT ASDP, Bupati Selayar menyebut gangguan operasional KMP Balibo bukan kali pertama terjadi.
Menurutnya, insiden yang berulang dapat mengganggu pelayanan penyeberangan sekaligus meningkatkan risiko terhadap keselamatan pengguna jasa.
Karena itu, Pemkab Selayar meminta KMP Balibo tidak kembali beroperasi sampai seluruh proses pemeriksaan teknis selesai dan kapal dipastikan memenuhi standar keselamatan.
Selain penghentian sementara operasional, pemerintah daerah juga meminta PT ASDP segera menghadirkan kapal pengganti agar pelayanan masyarakat tidak terganggu.
Jalur Pamatata–Bira Jadi Urat Nadi Selayar
Lintasan penyeberangan Pamatata–Bira memiliki peran strategis bagi Kabupaten Kepulauan Selayar.
Selain menjadi jalur utama mobilitas masyarakat, lintasan tersebut juga menjadi akses distribusi logistik, kebutuhan pokok, kendaraan, hingga aktivitas ekonomi antara Pulau Selayar dan daratan Sulawesi Selatan.
Karena itu, setiap gangguan operasional kapal tidak hanya berdampak terhadap penumpang, tetapi juga berpotensi memengaruhi aktivitas ekonomi masyarakat kepulauan.
Pemkab Selayar berharap operasional penyeberangan tetap berjalan melalui armada pengganti sehingga konektivitas masyarakat tidak terputus.
Keselamatan Harus Menjadi Prioritas
Insiden gangguan kemudi KMP Balibo menjadi pengingat penting bahwa layanan transportasi laut di wilayah kepulauan harus didukung armada yang laik laut dan menjalani pemeriksaan berkala.
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar menegaskan bahwa penghentian sementara operasional bukan bertujuan menghentikan pelayanan kepada masyarakat, melainkan memastikan setiap kapal yang beroperasi benar-benar aman digunakan.
Hingga berita ini diterbitkan, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) masih melakukan evaluasi terhadap kondisi KMP Balibo. Belum ada pengumuman resmi mengenai kapan kapal tersebut kembali dioperasikan setelah pemeriksaan selesai.











