BeritaBisnis

Prabowo Heran RI Negara Penghasil Sawit Tapi Minyak Goreng Sempat Langka

Avatar photo
0
×

Prabowo Heran RI Negara Penghasil Sawit Tapi Minyak Goreng Sempat Langka

Sebarkan artikel ini
Prabowo Heran RI Negara Penghasil Sawit Tapi Minyak Goreng Sempat Langka


PRESSCORNER.ID – JAKARTA. Presiden Prabowo Subianto menilai Indonesia masih menghadapi berbagai distorsi ekonomi yang menyebabkan kebocoran kekayaan negara berlangsung selama bertahun-tahun. Menurutnya, praktik tersebut telah menghambat optimalisasi pemanfaatan sumber daya alam untuk kesejahteraan masyarakat.

Prabowo mengatakan setiap pemerintahan memiliki tantangan pada masanya. Pemerintah saat ini, kata dia, menerima mandat dari masyarakat untuk menyelesaikan berbagai persoalan, mulai dari kemiskinan, keterbatasan lapangan kerja, hingga ketimpangan ekonomi.

Namun, Prabowo mengaku tidak menyangka besarnya persoalan yang dihadapi setelah memimpin pemerintahan. Menurutnya, terdapat berbagai praktik yang menyebabkan kekayaan Indonesia mengalir ke luar negeri dalam jumlah sangat besar setiap tahunnya.

Ia menegaskan, klaim tersebut bukan berasal dari data pemerintah semata, melainkan juga berdasarkan data lembaga internasional, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Menurut Prabowo, pelaku ekonomi di dalam maupun luar negeri juga mengetahui adanya persoalan tersebut. Salah satu contoh yang disorotnya adalah Indonesia yang sempat mengalami kelangkaan minyak goreng meski merupakan produsen kelapa sawit terbesar di dunia.

“Negara penghasil kelapa sawit terbesar di dunia sempat bingung-bingung hilang minyak goreng. Ini enggak masuk akal,” katanya.

Prabowo menilai kebocoran ekonomi yang terus berlangsung tidak boleh dibiarkan karena berpotensi menggerus kemampuan negara dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kalau kebocoran ratusan miliar kekayaan Indonesia kita biarkan, kita bisa bayangkan nasib bangsa kita seperti apa,” ujarnya.

Karena itu, ia menegaskan pemerintah akan terus berupaya membenahi berbagai persoalan struktural tersebut. Prabowo bahkan mengklaim pemerintah telah berhasil menyelesaikan sekitar 108 persoalan dalam kurun waktu sekitar 18 bulan masa pemerintahannya.

“Kita rendah hati, kita tidak mau menepuk-nepuk dada, kita tidak boleh besar kepala. Tapi kalau kita berprestasi, akui kita berprestasi. Tidak ada bangsa lain yang menghormati kita kalau kita tidak menghormati kita sendiri,” pungkasnya.