BeritaInternasional

Saham Chip Anjlok Saat Investor Asing Keluar, Bursa Korea Selatan Merosot 5%

Avatar photo
4
×

Saham Chip Anjlok Saat Investor Asing Keluar, Bursa Korea Selatan Merosot 5%

Sebarkan artikel ini
Saham Chip Anjlok Saat Investor Asing Keluar, Bursa Korea Selatan Merosot 5%


PRESSCORNER.ID –  SEOUL. Kekhawatiran bahwa siklus pertumbuhan industri chip memori berbasis kecerdasan buatan (AI) mulai mencapai puncaknya memicu aksi jual besar-besaran di pasar saham Korea Selatan.

Saham-saham produsen semikonduktor menjadi sasaran utama aksi ambil untung, menyeret indeks utama KOSPI anjlok lebih dari 5% pada perdagangan Senin (13/7/2026).

Mengutip Reuters, indeks acuan KOSPI turun 384,37 poin atau 5,14% ke level 7.091,57 pada perdagangan siang.

Bahkan, indeks sempat merosot hingga 6,13% ke posisi terendah sejak 20 Mei, sehingga memicu aktivasi sidecar, yakni penghentian sementara perdagangan algoritmik untuk meredam volatilitas pasar.

Tekanan terbesar datang dari saham produsen chip memori. Saham SK Hynix ambles 10,32% akibat aksi ambil untung investor, meski perusahaan tersebut baru mencatat debut yang kuat di Nasdaq Amerika Serikat pada Jumat (11/7) dengan lonjakan harga saham mencapai 12,8%.

Sementara itu, saham Samsung Electronics turut terkoreksi 6,14%, mencerminkan meningkatnya kekhawatiran investor terhadap prospek bisnis industri memori yang selama ini menjadi motor reli saham AI.

Analis Kiwoom Securities Han Ji-young mengatakan, keberhasilan pencatatan saham SK Hynix di Amerika Serikat belum mampu menghapus kekhawatiran pasar bahwa siklus bisnis chip memori mulai mendekati puncaknya.

“Meski pencatatan saham SK Hynix di AS berjalan sukses, kekhawatiran mengenai siklus industri chip memori yang mulai mencapai puncak masih belum mereda,” ujarnya.

Di luar sektor semikonduktor, sejumlah saham berkapitalisasi besar justru bergerak positif. Saham produsen baterai LG Energy Solution naik 2,61%, disusul POSCO Holdings yang menguat 1,59% dan Samsung BioLogics yang naik 2,44%.

Sementara itu, saham Hyundai Motor dan Kia masing-masing mencatat kenaikan tipis sebesar 0,11% dan 0,20%.

Dari total 912 saham yang diperdagangkan, sebanyak 543 saham melemah, sedangkan 346 saham menguat.

Tekanan di pasar saham juga diikuti derasnya arus keluar dana asing. Investor asing tercatat membukukan penjualan bersih saham senilai 1,04 triliun won atau sekitar US$ 690,73 juta.

Di pasar valuta asing, won Korea melemah 0,47% ke level 1.505,6 per dolar Amerika Serikat dari posisi penutupan sebelumnya di 1.498,5 per dolar.

Sementara di pasar obligasi, imbal hasil surat utang pemerintah Korea Selatan tenor tiga tahun naik 5 basis poin menjadi 3,813%. Adapun yield obligasi acuan tenor 10 tahun meningkat 5,1 basis poin menjadi 4,275%, mencerminkan tekanan jual yang juga terjadi di pasar obligasi.