Presscorner.id — Julian Ryerson mungkin bukan nama paling populer di skuad Norwegia. Namun, di balik sosok bek pekerja keras Borussia Dortmund ini, tersimpan sejumlah cerita menarik yang jarang diketahui publik.
Bek kanan berusia 28 tahun tersebut menjadi salah satu pemain penting Norwegia menuju Piala Dunia 2026. Dengan kemampuan bermain di berbagai posisi, Ryerson dikenal sebagai pemain yang sangat disukai pelatih karena fleksibilitas dan mentalitas bertarungnya.
Menariknya, Ryerson sebenarnya memiliki kesempatan untuk membela Amerika Serikat. Namun, ia memilih mengenakan jersey Timnas Norwegia.
Berikut 7 fakta unik Julian Ryerson:
1. Punya Darah Amerika, Tapi Memilih Norwegia
Julian Ryerson lahir di Norwegia, tetapi memiliki hubungan dengan Amerika Serikat melalui keluarganya. Karena latar belakang tersebut, ia memiliki peluang untuk memperkuat Timnas AS.
Namun, sejak level junior hingga senior, Ryerson memilih jalur Norwegia. Ia tumbuh dalam sistem sepak bola Norwegia dan akhirnya melakukan debut bersama tim nasional pada 2020.
Keputusan tersebut membuatnya menjadi salah satu pemain dengan latar belakang kewarganegaraan ganda yang menarik perhatian penggemar sepak bola.
2. Bukan Hanya Bek, Ryerson Pernah Bermain di Banyak Posisi
Salah satu kelebihan terbesar Ryerson adalah kemampuannya bermain di berbagai posisi.
Saat masih muda, ia pernah bermain sebagai:
- bek tengah,
- bek kanan,
- bek kiri,
- gelandang tengah,
- winger kanan.
Pengalaman bermain di banyak posisi membuatnya memiliki pemahaman permainan yang lebih luas dibandingkan bek pada umumnya.
3. Pernah Jadi Striker Dadakan
Tidak banyak pemain bertahan yang pernah dimainkan sebagai penyerang.
Namun, Ryerson memiliki cerita unik ketika masih membela Union Berlin. Ia pernah dimainkan sebagai striker dalam sebuah pertandingan tandang melawan Werder Bremen.
Baginya, posisi bukan masalah. Hal terpenting adalah bisa memberikan kontribusi untuk tim.
4. Tinggalkan Rumah Sejak Usia 15 Tahun Demi Sepak Bola
Perjalanan profesional Ryerson dimulai dari keberanian mengambil keputusan besar saat masih remaja.
Ia meninggalkan daerah asalnya untuk bergabung dengan akademi Viking Stavanger pada usia 15 tahun. Pengalaman hidup mandiri sejak muda membentuk mentalitasnya sebagai pemain profesional.
5. Dijuluki “Pitbull” Karena Gaya Bermainnya
Di Jerman, Ryerson dikenal sebagai pemain dengan karakter agresif dan tidak mudah menyerah.
Julukan “Pitbull” melekat karena gaya bermainnya yang penuh energi, berani duel, dan selalu memberikan tekanan kepada lawan.
Meski bukan pemain dengan gaya spektakuler, ia menjadi tipe pemain yang sangat dipercaya oleh pelatih.
6. Dortmund Membelinya Bukan Sebagai Bintang Besar, Tapi Ia Jadi Pemain Penting
Ketika Borussia Dortmund mendatangkan Ryerson dari Union Berlin pada Januari 2023, ia bukan transfer yang paling mencuri perhatian.
Namun, perlahan ia membuktikan kualitasnya. Kemampuannya bermain di sisi kanan maupun kiri pertahanan membuatnya menjadi salah satu pemain paling berguna di skuad Dortmund.
7. Senjata Rahasia Norwegia di Piala Dunia 2026
Saat banyak orang membicarakan Erling Haaland atau bintang menyerang Norwegia lainnya, Ryerson menjadi sosok penting yang bekerja dalam senyap.
Ia membantu Norwegia mengakhiri penantian panjang untuk kembali tampil di Piala Dunia dan menjadi bagian dari generasi baru sepak bola Norwegia.
Bek yang Tidak Banyak Gaya, Tapi Selalu Dibutuhkan
Julian Ryerson adalah contoh pemain modern yang tidak selalu menjadi pusat perhatian, tetapi memiliki nilai besar bagi tim.
Ia bukan pemain yang terkenal karena aksi individu spektakuler, melainkan karena konsistensi, kerja keras, dan kemampuan beradaptasi.
Di Piala Dunia 2026, Ryerson bisa menjadi salah satu pemain yang menentukan perjalanan Norwegia di panggung terbesar sepak bola dunia.











