Presscorner.id – Menteri Agama RI, Prof. Nasaruddin Umar, melakukan kunjungan ke Pesantren Bina Insan Mulia di Cirebon dalam rangka silaturahmi dan diskusi mengenai penguatan pendidikan pesantren, pengembangan sumber daya manusia, serta tantangan yang dihadapi Nahdlatul Ulama (NU) ke depan.
Dalam kunjungan tersebut, Nasaruddin Umar didampingi sejumlah pejabat Kementerian Agama, di antaranya dua Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama, Direktur Pesantren, serta beberapa kepala kantor kementerian agama daerah.
Pertemuan yang berlangsung selama beberapa jam itu membahas berbagai isu strategis, mulai dari penguatan peran pesantren, reformasi tata kelola organisasi, hingga pentingnya membangun kolaborasi untuk menjawab tantangan zaman.
Salah satu pokok pembahasan yang mengemuka adalah perlunya meningkatkan kualitas pendidikan di lingkungan pesantren, sekolah, dan perguruan tinggi yang berafiliasi dengan NU agar mampu mencetak sumber daya manusia yang kompetitif serta mendukung pembangunan nasional.
Selain sektor pendidikan, diskusi juga menyoroti pentingnya memperluas akses layanan kesehatan bagi warga NU melalui penguatan klinik dan rumah sakit yang dikelola organisasi maupun masyarakat.
Peserta diskusi juga menilai pemberdayaan ekonomi warga Nahdliyin perlu menjadi salah satu prioritas organisasi melalui pengembangan program-program yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Di bidang sosial keagamaan, nilai-nilai Islam yang moderat, toleran, dan rahmatan lil alamin dinilai perlu terus diperkuat melalui dakwah yang inklusif serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.
Pertemuan tersebut turut membahas pentingnya membangun sinergi antara organisasi kemasyarakatan, pemerintah, serta berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung pembangunan nasional tanpa meninggalkan jati diri dan tradisi keislaman yang telah menjadi karakter NU.
Menjelang akhir pertemuan, dilakukan pertukaran cendera mata sebagai simbol penghormatan dan silaturahmi. Menteri Agama menyerahkan sejumlah buku terbitan Kementerian Agama, sementara tuan rumah memberikan sebuah keris pusaka khas Cirebon sebagai simbol keteguhan moral, kepemimpinan, dan pengabdian kepada masyarakat.
Kunjungan tersebut diharapkan semakin memperkuat kolaborasi antara Kementerian Agama, pesantren, dan berbagai elemen masyarakat dalam membangun pendidikan, pemberdayaan umat, serta memperkuat nilai-nilai moderasi beragama di Indonesia. (rilis)











